Elly Toisutta: Bantuan Kaki Palsu Diharapkan Tingkatkan Kemandirian Penyandang Disabilitas di Ambon

IMG 6491 scaled

Editor: Redaksi

AMBON, Bedahnusantara.com: Wakil Wali Kota Ambon, Elly Toisutta, mengapresiasi dukungan Kementerian Sosial Republik Indonesia melalui Sentra Wahana Bahagia Ternate, bersama Dinas Sosial Provinsi Maluku, dalam membantu pemenuhan kebutuhan alat bantu bagi penyandang disabilitas di Kota Ambon.

Apresiasi tersebut disampaikan Elly Toisutta saat memberikan sambutan dalam kegiatan pengukuran kaki palsu bagi penyandang disabilitas, Jumat (23/10/2026). Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam meningkatkan mobilitas, kemandirian, serta kualitas hidup para penerima manfaat.

IMG 6492

Iklan Bedah Nusantara 1
Iklan Bedah Nusantara 2
Iklan Bedah Nusantara 3

advertisement ★

Dalam sambutannya, Elly menyampaikan bahwa berdasarkan data yang tersedia, terdapat 14 penyandang disabilitas dari Kota Ambon yang mengikuti kegiatan pengukuran kaki palsu tersebut. Selain itu, terdapat satu peserta yang berasal dari Kabupaten Maluku Tengah.

 

“Atas nama Pemerintah Kota Ambon, kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Kementerian Sosial Republik Indonesia melalui Sentra Wahana Bahagia Ternate, dengan dukungan Dinas Sosial Provinsi Maluku, atas perhatian dan kepedulian dalam membantu memenuhi kebutuhan alat bantu bagi penyandang disabilitas,” ungkap Elly.

Ia berharap kaki palsu yang nantinya diberikan dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi masing-masing penerima manfaat. Dengan demikian, bantuan tersebut tidak hanya mempermudah aktivitas sehari-hari, tetapi juga memberikan kesempatan bagi penyandang disabilitas untuk menjalani kehidupan secara lebih mandiri.

Menurutnya, pemenuhan kebutuhan alat bantu bagi penyandang disabilitas merupakan bagian penting dari upaya mewujudkan pelayanan sosial yang inklusif dan berkeadilan. Karena itu, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah daerah perlu terus diperkuat agar semakin banyak masyarakat yang membutuhkan dapat memperoleh pelayanan serupa.

Elly juga meminta Dinas Sosial Kota Ambon untuk terus melakukan koordinasi dan pendampingan, serta memastikan seluruh tahapan pelayanan berjalan dengan baik, mulai dari pengukuran hingga penyerahan dan pemanfaatan kaki palsu oleh para penerima manfaat.

“Pemerintah Kota Ambon tetap berkomitmen mendukung pemenuhan hak-hak penyandang disabilitas dan mendorong terwujudnya Kota Ambon yang inklusif, ramah disabilitas, serta memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh masyarakat,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Elly turut menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan tersebut merupakan hasil kerja sama berbagai pihak. Ia berharap dukungan dari pemerintah pusat dapat terus berlanjut, sementara pemerintah daerah akan berupaya memfasilitasi kegiatan-kegiatan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat, khususnya penyandang disabilitas.

Terkait proses pembuatan kaki palsu, Elly menyebutkan bahwa setelah tahapan pengukuran selesai, bantuan tersebut diharapkan dapat direalisasikan pada November mendatang. Selanjutnya, proses pemasangan dan penyerahan akan dilakukan agar para penerima manfaat dapat segera menggunakan alat bantu tersebut.

Ia juga menjelaskan bahwa pelaksanaan kegiatan sempat dihadapkan pada kendala perjalanan petugas dari Sentra Wahana Bahagia Ternate akibat kondisi cuaca dan kabut asap tebal yang mengganggu penerbangan menuju Ambon. Meski demikian, vendor yang bertugas melakukan pengukuran telah hadir untuk memastikan kegiatan tetap berjalan.

Di akhir sambutannya, Elly mengingatkan masyarakat agar tetap menjaga kesehatan di tengah kondisi kabut asap yang menyelimuti sejumlah wilayah. Ia mengimbau warga, terutama mereka yang beraktivitas di luar rumah, untuk menggunakan masker guna mengurangi risiko gangguan pernapasan, termasuk infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Elly berharap kegiatan pengukuran kaki palsu tersebut tidak berhenti sebagai program bantuan semata, tetapi menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam memperkuat perlindungan sosial dan memberikan ruang yang lebih luas bagi penyandang disabilitas untuk beraktivitas, berkarya, dan berpartisipasi dalam kehidupan bermasyarakat.

“Semoga bantuan kaki palsu ini dapat menciptakan kemandirian bagi Bapak dan Ibu yang membutuhkannya. Pemerintah daerah akan terus berupaya memfasilitasi kegiatan seperti ini agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” tutupnya. (BN Grace)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan