Editor: Redaksi
AMBON, Bedahnusantara.com: Pedro Lokolo, salah satu penerima bantuan kaki palsu, mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih kepada Pemerintah Kota Ambon atas perhatian dan bantuan yang diberikan kepada penyandang disabilitas. Menurutnya, bantuan kaki palsu tersebut sangat membantu dirinya menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih mudah, leluasa, dan mandiri.
Pedro mengaku, sebelum menggunakan kaki palsu, dirinya harus mengandalkan tongkat untuk membantu berjalan. Kondisi tersebut membuat aktivitasnya menjadi terbatas, terutama ketika hendak bepergian ke suatu tempat. Dalam situasi tertentu, ia juga masih membutuhkan bantuan orang lain.
Namun, setelah menggunakan kaki palsu, Pedro merasakan perubahan yang cukup berarti dalam kehidupannya. Ia kini dapat bergerak lebih leluasa dan menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih mudah dibandingkan sebelumnya.
“Dulu saya menggunakan tongkat. Kalau mau ke mana-mana agak sulit dan terkadang masih membutuhkan bantuan orang lain. Tetapi setelah menggunakan kaki palsu, saya merasa lebih mandiri dan lebih leluasa bergerak,” ungkap Pedro.
Ia menjelaskan, kondisi yang menyebabkan dirinya membutuhkan kaki palsu mulai dialami sejak 2015. Sekitar enam bulan setelah kejadian tersebut, ia mulai menggunakan kaki palsu untuk membantu menunjang mobilitasnya.
Pedro menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Kota Ambon yang telah memberikan perhatian kepada penyandang disabilitas melalui bantuan kaki palsu. Baginya, bantuan tersebut bukan hanya memberikan kemudahan secara fisik, tetapi juga menjadi dukungan penting untuk menjalani kehidupan sehari-hari secara lebih mandiri.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Ambon atas bantuan kaki palsu yang diberikan. Bantuan ini sangat berarti bagi saya karena membuat saya lebih mudah bergerak, lebih leluasa, dan tidak selalu bergantung kepada orang lain,” tuturnya.
Menurut Pedro, perhatian pemerintah terhadap penyandang disabilitas sangat penting agar mereka memiliki kesempatan yang sama untuk beraktivitas, berpartisipasi dalam kehidupan bermasyarakat, serta meningkatkan kualitas hidup.
Ia berharap, perhatian dan program bantuan bagi penyandang disabilitas dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak masyarakat yang membutuhkan dapat merasakan manfaatnya.
Pengalaman Pedro menjadi gambaran bahwa bantuan alat mobilitas memiliki arti besar bagi penyandang disabilitas. Selain membantu pergerakan fisik, bantuan tersebut juga dapat meningkatkan rasa percaya diri dan membuka peluang bagi penerima untuk menjalani kehidupan yang lebih mandiri.
Pedro pun berharap Pemerintah Kota Ambon terus memberikan dukungan kepada penyandang disabilitas sebagai bagian dari upaya mewujudkan pelayanan publik yang inklusif dan memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh masyarakat. (BN Grace)









