DiTuduh Mencemarkan Nama Baik,ini Penjelasan Vanath

Ambon,Bedahnusantara.com- – Calon wakil gubernur (cawagub) Maluku nomor urut 3, Abdullah Vanath memgklarifikasi adanya tuduhan dugaan mencemarkan nama baik untuk pasangan calon gubernur (cagub) Maluku nomor urut 2.

WhatsApp Image 2024 11 14 at 06.46.04

“Saya ingin memberikan penjelasan terkait dengan lagi viralnya potongan video saya yang kemudian itu dipolitisir seakan-akan saya membuat statment terhadap kepemimpinan pemimpin-pemimpin muslim yang memalukan,” ungkapnya pada saat memberikan keterangan di Hotel Swiss-belhotel Ambon, Rabu (13/11/2024).

Vanath mengatakan, penyampaian yang ada dalam video tersebut bukanlah semata-mata ada dalam pembicaraan sebagai narasumber atau diskusi maupun seminar.

“Sebenarnya itu konteks yang berbeda, itu bukan saya sedang berbicara sebagai narasumber dalam sebuah diskusi atau sebuah seminar yang membahas tentang tema islam, itu saya sedang berkampanye sebagai calon Gubernur Wakil Gubernur,”

Lanjutnya, orasi yang saya sampaikan Itu memang ditujukan kepada Gubernur sebelumnya yang sudah beberapa kali ganti dan saya membuat perbandingan dengan Gubernur de beberapa periode.

“Sebelumnya itu ada pak Assagaff ada pak Karel, dilapangan ini kita dipertemukan dengan isu sara, tentang dua kandidat calon Gubernur Kristen dan Satu Muslim, karena itu harus memilih Muslim,” tandasnya.

Dia mengakui Di beberapa tempat di Seram Selatan itu para pemuka-pemuka agama di mimbar khotbah disaat Jumaat itu mulai menyuarakan tentang isu agama, ini kan tidak baik untuk pendidikan demokrasi di Maluku.

“Saya merespon itu dan mengatakan bahwa kita pernah punya Gubernur bernama Karel Albreth Ralahalu beliau itu bukan Muslim dan ternyata beliau itu dimana tempat saya tanyakan kepada masyarakat kenal tidak sama Gubernur yang bernama Pak Karel, semua orang menjawab dengan antusias, kami kenal itu Gubernur kami beliau orang baik, pak Karel begitu dicintai oleh rakyat Maluku tanpa pandang suku dan agama,” jelasnya.

Vanath mengakui, kepemimpinan Gubernur laguku yang dilanjutkan Pak Bib Assagaff, kehidupan harmoni itu begitu baik, birokrasi tidak ada diskriminasi ada keseimbangan antara islam dan Kristen,

“Kok di giliran Gubernur berikutnya malah menjadi diskriminasi, lalu kemudian Gubernur sebelumnya begitu mengedapankan soal etika, moral. Sedangkan Gubernur yang kemarin ini begitu tidak akhlak, bisa memaki-maki masyarakat di ruang-ruang publik, bisa mengajak anak mahasiswa untuk berkelahi, tidak masuk kantor, diundang rapat di DPRD selama 5 tahun tercatat cuman 4 kali dia hadir,” tuturnya.

Lanjutnya, Oleh karena itu saya dan Pak Hendrik berkomitmen besok kalau kami terpilih, ya kami akan masuk kantor, apalagi saya sebagai tokoh islam, ya saya akan masuk kantor. Supaya bisa merubah mainset orang bahwa jangan sampai orang muslim kalau jadi pemimpin modelnya seperti itu tidak boleh. Kita tidak boleh begitu.

“Dan lebih gila lagi dia melakukan pinjaman utang sebanyak 700 milliar itu tanpa persetujuan DPRD, itu memalukan sebagai generasi muda, politis Maluku yang beragama islam, Malu dan itu tidak patut di contohi, itu tidak bisa dijadikan teladan, disitulah konteks pembicaraannya kenapa ada statment ini pemimpin yang memalukan, jadi konteksnya itu bukan menjdralisir masalah pimpinan islam, tetapi Gubernur islam yang tidak bisa diteladani,” ungkapnya

Jadi Vanath menghimbau kepada seluruh masyarakat Maluku teristimewa para pendukung Hendrik Lewerissa Abdulah Vanath bahwa ini hoax, ini berita yang tidak benar dipotong penggal-penggal lalu kemudian disebarkan dan dipolitisasi, ada penduduk Hendrik dan Vanath ingin menunjukan kepanikan orang.

“Beberapa waktu lalu ada pemberitaan yang cukup santer tentang hasil survei sementara, dimana pasangan nomor urut 3 sudah unggul.
Oleh karena itu lawan mulai panik, saya harap semua tidak terpengaruh kepada teman-teman muslim juga jangan terpengaruh pada pemberitaan seperti itu,” tutupnya ( BN/Tim)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan