![]() |
| Disinyalir Mantan Kepsek Cs, Lakukan Jual Beli Ijasah Palsu |
Ambon, Bedah Nusantara.com: Pelaku pembuatan Ijasah Palsu (IP) pada tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) kembali beraksi, kali ini terduga pelaku adalah Corry Pattinama (Corry) salah satu staf tata usaha pada Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 6 Ambon.
Berdasarkan hasil penelusuran oleh Media Bedah Nusantara.com, yang bersangkutan (Corry, Red) ternyata adalah pelaku pembuatan Ijasah palsu untuk beberapa tingkatan sekolah, Baik SMP, SMA dan SMK. sejak beberapa tahun silam, tindak tanduk dari yang bersangkutan (Corry, Red) baru terungkap ketika pihak penerimaan anggota baru pada kepolisian dan TNI, menemukan bahwa Ijasah seorang siswa asal SMP 6 berinisial (FP) ternyata palsu.
Dalam perkembangannya terungkap, bahwa ternyata, terduga pelaku (Corry,Red) disinyalir bekerjasama dengan saudaranya yang bernama Elsye Pattinama (Els) yang adalah salah satu pejabat pada Dinas Pendidikan Provinsi Maluku, demi mendapatkan blangko ijasah lebih, yang merupakan kelebihan dari blangko Ijasah hasil pencetakan Ijasah para siswa seusai mengikuti Ujian Nasional (UN).
Dalam penyelidikan selanjutnya oleh Media Bedah Nusantara.com, terungkap fakta bahwa ternyata ada indikasi kuat, keterlibatan mantan kepala sekolah (Kepsek) SMP Negeri 6 Ambon, terdahulu joseph Tingkery (J.Tingkery) dalam pembutan ijasah palsu tersebut, karena pada bukti Ijasah tersebut, tertera tanda tangan sang mantan Kepsek (Tingkery, Red).
Selain itu, dalam perkembangannya, ketika hal ini dikonfirmasi dengan pihak SMP Negeri 6 Ambon, dibawah kepemimpinan Kepsek Drs. Jantje Mahulette.M.Mpd, terungkap fakta bahwa yang bersangkutan telah mendapat laporan akan hal tersebut, dan telah melakukan kordinasi dengan pihak terkait dalam mengungkap hal ini.
” saya telah dimintakan bantuan oleh pihak Dinas Pendidikan Provinsi Maluku, Kepala kepegawaian Kota Ambon, demi mengungkap tindak pemalsuan ijasah oleh yang bersangkutan”. Jelas Mahulette
Selain itu terungkap fakta baru bahwa Mantan Kepsek (Tingkery, Red) pernah mencoba memintakan kepada Kepsek Drs.J Mahulette, untuk tidak menindak lanjuti hal ini, yang didalilkan oleh Tingkery, (mantan Kepsek SMP 6), sebagai sebuah kesalahan Teknis.
Padahal, ketika ditelusuri lebih jauh ternyata, terduga pemalsuan Ijasah (Corry, Red) telah beberapa kali melakukan pendekatan dengan pihak keluarga siswa yang Ijasahnya dipalsukan berinisial (FP) agar, yang bersangkutan tidak dibocorkan tindak-tanduknya kepada pihak lain.
Tidak hanya sampai disitu, kedua terduga pelaku pemalsuan Ijasah (Pattinama dan Tingkery, Red) pernah terlihat bersama pada salah satu warung kopi di Kota Ambon, seusai mantan Kepsek (Tingkery, Red) mencoba melakukan pendekatan dan meninta agar kasus ini tidak ditindak lanjuti oleh pihak Kepsek SMP Negeri 6 Ambon Drs. J. Mahulette.
Hingga berita ini dipublikasikan, proses penelusuran dan penyelidikan masih dilakukan oleh pihak Dinas Pendidikan Provinsi Maluku dan juga Bagian kepegawaian Kota Ambon. (BN-08)






