Desa Wayame Gelar Kampanye Dialogis dan Deklarasi Damai

Ambon,Bedahnusantara.com-Desa wayame menggelar kampanye dialogis dan deklarasi damai yang berlangsung di rumah makan Apong, Desa Wayame, Senin (4/4/2022).

IMG 20220405 WA0005

Deklarasi damai turut melibatkan pejabat kepala desa wayame Noer. A La Saleman, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Wayame L.B Nanulaitta, Ketua Panitia Pemilihan Kepala Desa Ventje Toule, serta calon Kepala Desa Samsudin Menur, Semua Talaperu, Imelda Y Marthinus, Gustav C Hunihua dan Inge M.L de Jong bahkan, tokoh agama dan tokoh masyarakat Desa Wayame.

IMG 20220405 WA0004

Ketua Panitia Pemilihan Kepala Desa Wayame Ventje Toule mengatakan, saat ini Desa Wayame sementara menggelar kampanye dialogis dan deklarasi damai kepada para calon kepala desa.

“Kita telah menggelar kampanye dialogis dan deklarasi damai kepada para calon kepala desa sebelum proses pemilihan yang akan berlangsung pada tanggal 7 April nanti,” ujarnya di sela-sela kampanye dialogis dan deklarasi damai yang berlangsung di restoran Apong, Desa Wayame.

Proses pemilihan kepala desa mengacu pada Perwali nomor 08 Tahun 2022 yang mengatur tentang persyaratan dan tahapan pemilihan kepala Desa wayame.

“Kita sudah melaksanakan beberapa tahapan salah satunya pembukaan pendaftaran, pengumuman DPS penetapan DPT di mana ada tanggal 1 April sampai 3 April telah dilakukan kampanye monologis dan kampaye dialogis dari masing-masing calon kepala desa,” paparnya.

Untuk proses Pilkades nanti, kata dia, pihaknya telah mendistribusikan kepada para pemilih yang ada pada 9 tempat pemungutan suara (TPS) di Desa Wayame.

“Jumlah pemilih sebanyak 3.941 orang yang ada di desa wayame dan dusun Waringin cap dan dusun  keranjang,” ungkapnya.

Dia berharap, proses pilkades akan berjalan secara aman dan lancar karena, salah satu agenda kita yakni, kita melakukan penandatanganan pakta integritas siap kalah dan menang oleh masing-masing calon kepala desa.

“Kita minta setiap calon kepala desa dan masyarakat untuk tetap menjaga keamanan karena, proses Pilkades bukan suatu kompetisi tapi, kita bingkai dalam suasana orang bersaudara bagaimana toleransi umat beragama itu menjadi bagian penting di desa wayame yang menjadi laboratorium perdamaian dunia,” terangnya. ( BN-02)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan