Ambon, Bedahnusantara.com – Walikota Ambon Bodewin Wattimena meminta peran aktif Pemerintah Desa/Negeri dan Kelurahan dalam implementasi kebijakan yang di buat oleh pemerintah Kota dalam meningkatkan pelayanan publik. Hal ini disampaikan dalam sebuah pertemuan dengan para raja dan lurah di Kota Ambon yang bertempat di kantor Balaikota Kota Ambon, Selasa (5/8/2025).
“Saya meminta seluruh raja untuk mengunakan simbol jabatan guna masyarakat tau bahwa ini adalah pemimpin negeri,” ungkapnya.
Wattimena mengatakan, bahwa program prioritas Walikota dan Wakil Walikota Ambon tidak hanya dapat dilakukan oleh jajaran di Kantor Walikota, tetapi juga perlu didukung oleh teman-teman yang ada di Desa,Negeri dan Kelurahan.
“Potensi yang ada di desa, Negeri kelurahan perlu diperhatikan, sehingga walikota dan wakil walikota dapat mengetahui hal-hal yang perlu disampaikan oleh masyarakat,” imbuhnya.
Wattimena meminta para raja dan lurah untuk menyediakan waktu untuk masyarakat datang menyampaikan aspirasi mereka.
“Para camat perlu keliling untuk ada bersama dengan raja lalu membuat kegiatan bercerita dengan rakyat guna mengetahui keperluan dan kekurangan yang di butuhkan masyarakat selama ini,” katanya.
Dalam pertemuan tersebut, Wattimena juga membahas tentang pentingnya validasi data terkait dengan PBB.
“Kita akan membentuk tim terpadu untuk melakukan validasi data terkait dengan PBB, termasuk jajaran pemerintah Desa Negeri dan Kelurahan karena Tim terpadu sudah di buat untuk melakukan pendataan di masing-masing rumah di seluruh Kota Ambon, didampingi oleh Kepala Desa, raja saniri Negeri dan Kelurahan.
“Kita akan memvalidasi ulang rumah-rumah yang belum memiliki PBB agar semua masyarakat yang belum punya PBB bisa segera di urus mengingat PBB itu sangat penting,” tutupnya. (BN-Grace)






