Ambon,Bedahnusantara.com:Brimob Maluku Memberikan bantuan jaringan wifi gratis kepada anak Sekolah Dasar (SD) 35 Passo.
Akui Anggota Kompi 1 Batalyon A Pelopor Satuan Brimob Polda Maluku, yang dipimpin oleh Brigadir Y. Ngamel melalui release media ini.
Dia mengakui, hampir semua sekolah di Indonesia menerapkan sistem belajar dalam jaringan (daring), karena itu Brimob Maluku memiliki kewajiban untuk membantu para siswa untuk memperoleh jaringan wifi gratis.
“Kita bantu wifi untuk membantu anak sekolah yang melakukan belajar daring, tapi tidak memiliki jaringan wifi,” katanya.
Dia mengakui, ada orang tua yang kesulitan dalam pelaksanaan belajar daring, akibat tidak ada jaringan wifi.
“Ada orang tua murid menilai pembelajaran dengan metode daring memberatkan apa lagi profesinya sebagian pedagang menyebabkan, orang tua untuk membeli pulsa atau paket data,” ungkapnya.
Selain menyediakan jaringan wifi, pihak Brimob Maluku mendampingi anak-anak sekolah untuk belajar.
“Jika mereka menemui kesulitan dengan materi yang dikirim secara online, kami membantu mereka untuk menjelaskan materi tersebut sampai mereka benar-benar mengerti” terangnya
Dia mengakui, bantuan yang diberikan dapat membantu anak sekolah dalam program belajar.
“Kami juga menginginkan agar anak-anak ini menjadi tau dan mengerti akan materi yang dikirim oleh guru mereka,” akuinya.
Dia menambahkan, jaringan wifi gratis Ini merupakan program dari Komandan Korps Brimob Polri yang harus dilaksanakan oleh seluruh jajaran Brimob yang ada di Indonesia dalam rangka untuk mendukung dalam membangun dan mencerdaskan anak bangsa dengan memberikan jaringan Wifi gratis untuk pembelajaran online dengan metode daring.
Hal yang sama disampaikan Komandan Satuan Brimob Polda Maluku Kombes Pol. M. Guntur, S.I.K., M.H mengatakan, seluruh jajaran Brimob Polda Maluku akan memberikan pelayanan bagi masyarakat khususnya anak sekolah untuk mendukung kegiatan belajar online dengan metode daring.
“Semoga dengan adanya fasilitas ini tentunya, sangat bermanfaat, sehingga orang tua tidak terlalu terbebani untuk membeli pulsa atau kuota untuk pembelajaran online,” tuturnya.( BN-03)






