Ambon,Bedahnusantara.com-Ramadhan identik dengan takjil, Namun, tidak semua makanan berbuka dinyatakan aman, karena itu Badan Pusat Obat dan Makanan (POM) gencar melakukan pengawasan terhadap makanan takjil di Kota Ambon.
Kepala BPOM Ambon Hariani mengatakan, untuk melindungi masyarakat Maluku khususnya Kota Ambon BPOM Ambon melakukan pengawasan terhadap makanan takjil.
“Kita sementara melakukan pengawasan terhadap pangan olahan di sarana distribusi pangan yang ada di Kota Ambon,” ujarnya.
Dia menjelaskan, pengawasan makanan takjil yang dilakukan BPOM Ambon merupakan kegiatan rutin tahun pada bulan Ramadhan, dengan tujuan untuk memastikan jajanan takjil yang aman dan bebas dari bahan berbahaya, rusak dan kadaluarsa.
“Kami awasi semua makanan yang rusak dan kadaluarsa agar, aman untuk dikonsumsi masyarakat,” paparnya.
Selama ini, kata dia, BPOM Ambon fokus pengawasan terhadap makanan takjil yang mengandung boraks, pewarna makanan meliputi pewarna tekstil dan pewarna kertas, maupun pewarna merah.
“Ini ada empat fokus pengawasan, penggunaan pewarna itu biasanya menarik, fokus kita jangan sampai ada penyalahgunaan pewarna makanan, karena itu mengandung formalin,” terangnya.
Dia berharap, masyarakat dapat menjalin kerjasama dan koordinasi dengan Balai POM Ambon dalam menjamin keamanan pangan selama Ramadhan di Maluku khususnya Kota Ambon.
“Kegiatan ini dilaksanakan dengan harapan dapat melindungi masyarakat dari pangan yang mengandung bahan berbahaya dan meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjadi konsumen cerdas serta dapat menjaga kesehatan diri dan keluarga di masa pandemi Covid-19,” ungkapnya.( BN-05)






