Asap Kebakaran Hutan Cemari Udara, Kadinkes Ambon Imbau Warga Jaga Kesehatan

26e5c761 d9e4 4e04 b60c 2c304521a5c8

Editor: Redaksi

Ambon, Bedahnusantara.com: Kepala Dinas Kesehatan Kota Ambon, dr. Johan Stefanus Norimarna, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak asap akibat kebakaran hutan yang belakangan marak terjadi dan berpotensi menurunkan kualitas udara.

Imbauan tersebut disampaikan dr. Johan Stefanus Norimarna saat diwawancarai di Kantor Balai Kota Ambon, Senin (12/10/2026). Ia menekankan pentingnya menjaga kesehatan, terutama bagi kelompok rentan seperti lanjut usia (lansia), anak-anak, serta masyarakat yang memiliki riwayat penyakit asma dan gangguan paru-paru.

Menurutnya, asap kebakaran hutan yang mencemari udara dapat menimbulkan gangguan kesehatan, khususnya pada sistem pernapasan. Karena itu, masyarakat perlu lebih berhati-hati dalam melakukan aktivitas di luar rumah ketika kondisi udara dipenuhi asap.

Iklan Bedah Nusantara 1
Iklan Bedah Nusantara 2
Iklan Bedah Nusantara 3

advertisement ★

“Yang perlu diperhatikan adalah kewaspadaan terhadap kondisi asap akibat kebakaran hutan, terutama bagi lansia, anak-anak, dan masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, Dinas Kesehatan Kota Ambon terus memperhatikan kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan, termasuk puskesmas, untuk mengantisipasi warga yang mengalami gangguan kesehatan akibat paparan asap.

Kesiapsiagaan tersebut antara lain dengan memastikan ketersediaan sarana pendukung pelayanan medis, termasuk tabung oksigen untuk membantu penanganan pasien yang mengalami sesak napas sesuai kebutuhan medis.

“Puskesmas sekarang siaga. Tabung oksigen tetap disiapkan, sehingga apabila sewaktu-waktu ada pasien yang mengalami sesak napas atau membutuhkan penanganan, fasilitas kesehatan dapat memberikan pelayanan,” jelasnya.

Dr. Johan juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan gejala gangguan pernapasan yang muncul saat kualitas udara memburuk. Warga yang mengalami sesak napas, batuk berkepanjangan, atau keluhan lainnya disarankan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan.

Menurutnya, masyarakat tetap perlu menjaga kebugaran tubuh melalui aktivitas fisik dan olahraga secara teratur. Namun, pelaksanaannya harus mempertimbangkan kondisi lingkungan, terutama ketika udara tercemar oleh asap kebakaran hutan.

Olahraga seperti jogging tetap dapat dilakukan apabila kondisi udara memungkinkan. Sebaliknya, ketika asap cukup pekat atau kualitas udara memburuk, masyarakat sebaiknya mengurangi aktivitas fisik di luar ruangan dan memilih berolahraga di tempat yang udaranya lebih bersih.

“Olahraga itu juga harus dilakukan, mungkin jogging atau aktivitas lainnya. Tetapi harus melihat kondisi. Kalau berolahraga di rumah, jangan di ruangan tertutup yang tidak memiliki sirkulasi udara yang baik,” ungkapnya.

Ia menegaskan, masyarakat tidak boleh memaksakan diri melakukan aktivitas fisik ketika kondisi udara tidak mendukung. Paparan asap yang mengandung partikel berbahaya dapat mengiritasi saluran pernapasan dan memperburuk kondisi kesehatan, terutama pada orang yang sudah memiliki penyakit sebelumnya.

Bagi penderita asma, paparan asap dapat memicu kekambuhan dan memperberat gejala. Hal serupa juga berisiko terjadi pada masyarakat yang memiliki penyakit paru-paru. Karena itu, kelompok tersebut perlu membatasi paparan asap dan lebih berhati-hati ketika beraktivitas.

Dinas Kesehatan Kota Ambon mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker yang sesuai, seperti respirator N95, ketika harus beraktivitas di luar ruangan dalam kondisi berasap. Masyarakat juga disarankan menutup pintu dan jendela saat asap pekat berada di luar, sambil memastikan lingkungan dalam rumah tetap memiliki kualitas udara yang baik.

Selain itu, warga diharapkan memantau kondisi udara dan mengikuti informasi resmi dari instansi terkait mengenai perkembangan kebakaran hutan serta dampaknya terhadap lingkungan.

Melalui langkah pencegahan dan kesiapsiagaan fasilitas kesehatan, masyarakat diharapkan dapat mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat pencemaran udara. Kesadaran bersama dalam menjaga kesehatan menjadi penting agar dampak asap kebakaran hutan tidak semakin mengganggu aktivitas dan keselamatan warga Kota Ambon. (BN Grace)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan