Ambon, Bedahnusantara.com: Mengikuti, mencermati, dan menyadari baik secara langsung maupun tidak langsung terkait program pembangunan yang berdampak terhadap tatanan kehidupan dan dinamika bermasyarakat di Kota Ambon.
![]() |
| AMGPM Dakota: Pemda Mesti Memperhatikan Aspek Keselamatan dan Kenyamanan Saat Membangun Infrastruktur Di Kota Ini |
Maka tidak dapat dipungkiri lagi bahwa sejumlah fakta telah menunjukan adanya progres pembangunan yang terjadi secara berkesinambungan.
Meskipun dalam keberadaannya kita sudah tentu telah mengetahui secara pasti bahwa kualitas dan kuantitas pembangunan tidak dapat diukur secara komprehensif, baik oleh lembaga atau pihak yang bertanggung jawab.
Oleh sebab itu dalam aspek penilaiannya, masyarakat tentunya akan memiliki sudut pandang yang berbeda-beda dalam mengukur kesemuanya itu (proses pembangunan). Dan seringkali proses penilaian tersebut akan menggunakan dua pola yakni baik secara normatif pembangunan tersebut dan juga secara transparansi ke publik.
Dengan demikian dalam kapasitas saya selaku kader Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AMGPM) Daerah Kota (Dakota) Ambon, saya menemukan bahwa terdapat sejumlah persoalan krusial dan mendasar yang menjadi cacatan kritis. Sehingga mesti diperhatikan dan diperbaiki oleh seluruh pemangku kepentingan yang ada di daerah ini.
” Tentunya selaku kader AMGPM Dakota, saya memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Ambon maupun Provinsi Maluku, terhadap semua proses pembangunan yang sedang berlangsung atau sedang terjadi. Akan tetapi apresiasi tersebut juga disertai dengan harapan bahwa Pemeintah Daerah mesti memperhatikan semua aspek kehidupan masyarakat yang ada secara totalitas, sehingga tidak kemudian menimbulkan aspek mengkanalisasi segmentasi tertentu demi pencapaian sebuah progres,” Ungkap Sekretaris Bidang Organisasi AMGPM Daerah Kota Ambon Maxi Namarubessy, sesuai release yang diterima Redaksi Bedahnusantara.com di Ambon.
Lebih lanjut dikatakannya, dalam semua proses pembangunan apapun itu bentuknya termaksud pembangunan Infrastruktur oleh pihak Pemerintah Daerah, seharusnya tidak menimbulkan dampak buruk yang melahirkan persoalan baru kepada masyarakat, terkhususnya di Kota Ambon seperti musibah banjir, longsor, serta kecemasan yang parsial sebagai akibat dari pembangunan infrastruktur tersebut.
” Semua proses pembangunan tentunya bertujuan baik dan bagi kepentingan banyak orang (Masyarakat), akan tetapi apalah artinya semua itu jika dalam proses pelaksanaannya melah menimbulkan dampak buruk dan persoalan baru kepada masyarakat,” Ujarnya.
Hal ini perlu saya sampaikan, mengapa? sebab seperti yang kita ketahui bersama, bahwa ada terdapat sebuah projek pembanguan di Kota Ambon lewat Pemerintah Provinsi Maluku yang lagi hangat dibicarakan baik di media sosial maupun dalam percakapan sehari – hari dalam masyarakat. Yaitu terkait proses pekerjaan trotoar yang dipandang tidak menghadirkan kenyamanan bagi pejalan kaki atau para pengguna trotoar tersebut, akan tetapi malah menghadirkan ancaman keselamatan bagi para penggunanya.
Padahal, tambah Namarubessy, sesungguhnya tujuan dari pembangunan trotoar ini adalah untuk keselamatan dan kenyamanan dari para pejalan kaki atau pengguna trotoar tersebut.
” Hal ini tentunya bukan tanpa sebab, karena berdasarkan hasil pengamatan kami dilapangan, terdapat begitu banyak keluhan masyarakat yang disampaikan bertalian dengan proses pembangunan trotoar tersebut. Baik yang disampaikan secara langsung maupun lewat media sosial. Dan pada umumnya masyarakat mengeluhkan aspek keamanan dan keselamatan mereka saat menggunakan fasilitas tersebut, yakni kalau di musim panas saja licin apalagi di musim hujan akan sangat licin, bahkan ada yang menyebutnya sebagai Trotoar pencabut nyawa” tuturnya.
Karena itu berdasarkan fakta yang terjadi, kami kemudian sedikit meragukan tujuan utama dari proses pembangunan trotoar tersebut. Karena jika ditinjau dari aspek pemanfaatannya, sudah barang tentu pengerjaan trotoar ini telah menjauh dari tujuan semua.
” Karena itu saya berharap ada perhatian serius dari Pemerintah Daerah, baik Kota Ambon dan terkhusus bagi Pemerintah Provinsi Maluku. Agar proyek ini bisa diperbaiki lewat inovasi – inovasi yang menciptakan rasa aman dan yamanan kepada penggunan trotoar atau pejalan kaki,” Kata Namarubessy.
Sebab Apalah gunanya pembanguan trotoar tersebut dikerjakan, bila hasil pembangunannya hanya menimbulkan masalah dan persoalan bagi masyarakat, (dalam hal ini terkait aspek keselamatan dan kenyamanan).
” Sehingga dengan demikian, sekali lagi kami ingin menegaskan bahwasannya kami selaku AMGPM Dakota menginginkan adanya perhatian dan efaluasi, serta tindakan perbaikan terhadap pembangunan trotoar yang dinilai berbahaya oleh publik ini. Dan kami juga selaku AMGPM Dakota secara organisasi akan terus mengawal semua proses dan dinamika pembangunan di Kota Ambon, apalagi saat ini kita masih berada dalam situasi Pandemic Covid-19 yang membutuhkan kerja sama dari semua pihak untuk memeranginya,” jelasnya.
” Dan saya berharap pemerintah Daerah akan lebih serius dalam memperhatikan aspek keselamatan dan kenyamanan dari masyarakat, terutama dalam proses pembangunan yang berhubungan dengan infrastruktur,” Tandasnya (BN-01)






