112 Ambon Tangani 1.249 Laporan Darurat

4a117f06 fd6b 4161 8bf5 eb2c2eade08b

Editor: Redaksi

Ambon, Bedahnusantara.com: Layanan Call Center 112 Kota Ambon mencatat sebanyak 1.249 kasus kedaruratan sejak mulai beroperasi pada September 2025 hingga 22 Juni 2026. Dari seluruh laporan yang masuk, gangguan keamanan dan ketertiban umum menjadi jenis kejadian paling dominan yang dilaporkan masyarakat.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian Kota Ambon, Ronald Lekransy, mengatakan layanan tersebut semakin menunjukkan perannya sebagai pusat respons darurat yang cepat dan terintegrasi bagi warga.

“Data menunjukkan jenis kedaruratan terbanyak adalah gangguan keamanan dan ketertiban umum,” ujarnya di Ambon, Rabu (24/6/2026).

Selama periode September–Desember 2025, tercatat 470 laporan masuk. Jumlah itu meningkat menjadi 779 laporan pada Januari hingga 22 Juni 2026.

Dari kategori keamanan, tercatat 197 kasus gangguan keamanan, 154 penyalahgunaan minuman keras, 137 perkelahian massa, 71 tindak kriminal, 38 kasus KDRT, serta dua kasus percobaan bunuh diri.

Pada kategori medis, terdapat 315 laporan gawat darurat kesehatan dan 53 kecelakaan lalu lintas. Sementara itu, dalam kategori bencana tercatat 70 pohon tumbang, 67 kebakaran, dan sembilan bencana alam lainnya.

Kategori lain mencakup 58 kasus pengamanan hewan liar, 51 gangguan listrik, 32 penanganan ODGJ, delapan pengamanan pemukiman, lima orang hilang, empat kerusakan fasilitas umum, tiga anak terlantar, serta tiga kasus material berbahaya. Selain itu, terdapat 25 permintaan layanan mobil jenazah.

Dari sisi wilayah, Kecamatan Sirimau mencatat laporan tertinggi dengan 581 kasus, disusul Nusaniwe 327 kasus, Teluk Ambon Baguala 179 kasus, Teluk Ambon 151 kasus, dan Leitimur Selatan 11 kasus.

Lekransy menyebut tingginya laporan menunjukkan meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan 112. Ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila terdapat keterlambatan penanganan di beberapa kasus karena membutuhkan koordinasi lintas instansi.

Pemkot Ambon berkomitmen memperkuat koordinasi dan meningkatkan kecepatan respons agar setiap laporan dapat ditangani lebih efektif dan tepat waktu. (BN Grace)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan