Editor: Redaksi
Ambon, Bedahnusantara.com: Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena menegaskan pentingnya keterlibatan perguruan tinggi dan mahasiswa dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan serta penyelesaian berbagai persoalan pembangunan di Kota Ambon.
Hal tersebut disampaikan Bodewin saat membuka kegiatan Focus Group Discussion (FGD) yang berlangsung di Manise Hotel Ambon, Kamis (8/10/2026).
Dalam sambutannya, Bodewin mengatakan pemerintah membutuhkan sumber daya manusia yang mampu bekerja secara efektif dan efisien, serta memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik tugas pemerintahan.
Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menyediakan sumber daya manusia sekaligus memberikan kontribusi pemikiran akademis terhadap berbagai kebijakan pemerintah.
“Karena itu, kita membutuhkan mahasiswa dan perguruan tinggi untuk ikut memberikan kontribusi ke depan. Bagaimana demokrasi bisa bekerja, bagaimana pemerintah bisa bekerja secara efektif dan efisien sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik yang ada,” ujar Bodewin.
Ia menilai kerja sama antara pemerintah dan perguruan tinggi perlu terus diperkuat. Pemerintah, kata dia, tidak dapat menyelesaikan seluruh persoalan pembangunan hanya dengan mengandalkan perangkat pemerintahan, tetapi membutuhkan dukungan berbagai pihak, termasuk kalangan akademisi dan mahasiswa.
Bodewin juga menekankan pentingnya setiap kebijakan pemerintah memiliki dasar pemikiran dan kajian yang jelas. Menurutnya, pemahaman akademis diperlukan agar setiap usulan maupun perubahan kebijakan tidak dilakukan tanpa pertimbangan yang matang.
“Yang paling penting adalah bagaimana kita memahami dasar pikir dan latar belakangnya sampai kemudian menjadi sebuah usulan. Dengan begitu, apa yang diusulkan maupun perubahan-perubahan yang dilakukan betul-betul memiliki dasar,” katanya.
Ia mengingatkan agar seluruh pihak yang terlibat dalam pemerintahan tidak hanya berorientasi pada perubahan kebijakan, tetapi juga memahami tujuan utama dari setiap program yang dilaksanakan.
Menurut Bodewin, pelaksanaan tugas pemerintahan pada akhirnya harus memberikan manfaat bagi masyarakat. Karena itu, setiap aparatur pemerintah maupun pihak yang terlibat dalam pembangunan harus memahami tanggung jawab serta tujuan dari pekerjaan yang dilakukan.
“Kalau pelaksanaan tugas dilakukan dengan baik, kita harus ingat tujuan kita di sini. Jangan sampai tugas yang kita lakukan justru meninggalkan tujuan utama untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat,” tegasnya.
Lebih lanjut, Bodewin berharap FGD tersebut tidak berhenti pada diskusi semata, tetapi dapat menghasilkan gagasan dan masukan yang dapat digunakan dalam mendukung penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di Kota Ambon.
Ia juga mendorong agar ruang dialog antara pemerintah, akademisi, mahasiswa dan berbagai pemangku kepentingan terus dibangun. Dengan demikian, berbagai kebijakan yang dirumuskan pemerintah dapat memperoleh masukan dari perspektif akademis dan kebutuhan masyarakat.
“Pemerintah dan perguruan tinggi harus terus membangun kerja sama. Kita membutuhkan pemikiran-pemikiran akademis untuk membantu pemerintah memahami persoalan sekaligus mencari solusi terhadap berbagai tantangan yang dihadapi,” pungkasnya. (BN Grace)









