Editor: Redaksi
Ambon, Bedahnusantara.com: Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon mulai membenahi fasilitas sanitasi di kompleks Balai Kota Ambon. Sejumlah toilet dan kamar mandi yang kondisinya membutuhkan perbaikan akan ditangani secara bertahap, dengan fasilitas yang banyak digunakan masyarakat menjadi prioritas awal.
Kepala Bagian Umum Sekretariat Kota Ambon, Josi Aulele, mengatakan sedikitnya terdapat tiga lokasi yang telah ditetapkan untuk pembenahan fasilitas sanitasi tersebut.
Saat ini, pekerjaan difokuskan pada toilet dan kamar mandi yang berada di belakang Unit Layanan Administrasi (ULA). Lokasi ini menjadi prioritas karena cukup banyak digunakan masyarakat, terutama warga yang beraktivitas di kawasan tersebut.
“Yang sekarang sementara dalam pengerjaan. Ada tiga lokasi, semuanya sudah menjadi rencana untuk dibenahi. Yang menjadi sasaran pertama adalah lokasi di belakang ULA karena di situ banyak kos-kosan dan banyak orang yang tinggal serta menggunakan ruang publik,” ujar Josi di Balai Kota Ambon, Kamis (17/9/2026).
Menurutnya, pembenahan tidak hanya menyangkut pekerjaan fisik, tetapi juga akan dilanjutkan dengan pembersihan fasilitas setelah pekerjaan di lokasi pertama selesai.
“Setelah pembenahan selesai, kita akan lakukan pembersihan terlebih dahulu. Kalau sudah bersih, kita akan berpindah ke belakang bagian keuangan,” katanya.
Lokasi di belakang bagian keuangan akan menjadi sasaran pembenahan tahap kedua. Setelah itu, pekerjaan dilanjutkan ke Gedung C yang juga memiliki sejumlah fasilitas toilet yang membutuhkan perbaikan.
“Setelah itu kemudian kita berlanjut ke Gedung C. Di situ juga ada tiga bagian yang perlu dibenahi. Itu pekerjaan lama dan kita juga belum masuk ke sana,” jelasnya.
Josi menjelaskan, kompleks Balai Kota Ambon terdiri dari Gedung A, Gedung B, dan Gedung C dengan fasilitas sanitasi yang tersebar di sejumlah lantai.
Gedung B memiliki lima lantai dengan fasilitas toilet yang tersebar di beberapa bagian. Sementara Gedung C memiliki dua toilet pada setiap lantai dari lantai satu hingga lantai lima, atau sekitar 10 toilet.
Sedangkan Gedung A memiliki fasilitas toilet pada dua sisi bangunan yang digunakan untuk menunjang aktivitas aparatur maupun masyarakat yang berkepentingan di gedung tersebut.
Banyaknya fasilitas yang perlu ditangani membuat pembenahan dilakukan secara bertahap. Pemkot tidak ingin pekerjaan dilakukan sekaligus sehingga mengganggu aktivitas pelayanan dan penggunaan gedung.
“Kondisi sejumlah fasilitas di Balai Kota Ambon memang ada yang rusak, jadi kita benahi pelan-pelan. Tidak bisa sekaligus,” ujar Josi.
Ia menargetkan pembenahan pada lokasi pertama dapat rampung pada September 2026. Setelah itu, pekerjaan akan bergeser ke fasilitas sanitasi di belakang bagian keuangan pada bulan berikutnya.
“September selesai. Setelah itu bulan berikutnya kita pindah ke bagian keuangan,” katanya.
Josi menegaskan, pembenahan tiga lokasi tersebut diupayakan dapat dituntaskan sebelum berakhirnya tahun anggaran.
“Kita berupaya supaya sampai dengan akhir tahun anggaran, tiga lokasi ini sudah bisa selesai,” tandasnya.
Pembenahan toilet di kompleks Balai Kota Ambon menjadi bagian dari upaya Pemkot memperbaiki fasilitas dasar yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat. Dengan pola pengerjaan bertahap, Pemkot menargetkan fasilitas sanitasi yang selama ini membutuhkan perhatian dapat kembali berfungsi secara layak, bersih, dan nyaman bagi masyarakat maupun aparatur. (BN Grace)








