Talud Penahan Tanah Daerah Aliran Sungai Ambruk, 27 KK Terancam Bahaya

Ambon,Bedahnusantara.com: Memasuki musim penghujan di Tahun 2021 ini, sejumlah pihak yang berada di Kota Ambon mulai merasakan berbagai ketakutan akan adanya bencana Alam.

WhatsApp%2BImage%2B2021 07 10%2Bat%2B20.52.16


Hal tersebut bukanlah tanpa alasan, sebab telah lama Kota Ambon memasuki musim penghujan. Dengan intensitas sedang hingga besar.


Berbagai anjuran telah dikeluarkan oleh pihak Pemerintah guna mewaspadai ancaman bahaya bencana Alam, dikala Dunia sedang berjuang mengatasi bencana Non-Alam Covid-19, yang belum juga berakhir.


Dan apa yang dikhawatirkan akhirnya datang, pagi ini sekitar pukul 10:00 WIT.

Talud Penahan Tanah pada Daerah Aliran Sungai (DAS), yang berlokasi pada RT.003/04, Kepala Air, Hative Kecil, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon. Mengalami Ambruk atau Roboh, dengan ruas sepanjang kurang lebih 30 Meter.


Hal tersebut terungkap lewat laporan Warga dan RT kepada Media Online Bedahnusantara.com, yang bermukim pada lokasi tersebut.


” Bung Dilokasi kami mengalami longsoran pada talud penahan tanah disekitar aliran kali (sungai) Kepala Air. Kejadian tadi pagi jam 10,”. Demikian disampaikan oleh Clemen P. Lethulur salah seorang warga yang bermukim di lokasi kejadian.


Hal tersebut juga dibenarkan oleh ketua RT 003/04 Kepala Air, Hative Kecil, Jhon Watngarnini.

Yang menyatakan, sejak semalam hujan deras mengguyur Kota Ambon dan terutama pada daerah Hative kecil sehingga pagi tadi kami mendengar adanya bunyi longsoran. Dan setelah kami cek ternyata itu adalah patahan dari talud penahan dinding tanah di kali (sungai) Kepala Air Hative Kecil.


” Tadi pagi kami memang sudah merasa khawatir dengan kondisi alam yang terus menerus turun hujan, sehingga kami juga telah mencoba memeriksa lokasi-lokasi yang sekiranya cukup berbahaya jika hujan tidak berhenti menimpa Kota dan daerah ini. Dan benar saja, pukul 10:00.WIT. Kami mendengar bunyi longsoran dan ternyata yang patah atau roboh itu adalah talud penahan tanah di sekitar kali (sungai) Kepala Air ini,”. Ungkap ketua RT.


Lebih lanjut disampaikannya, panjang ruas talud yang patah atau ambruk ini kurang lebih 30 Meter, dengan ketinggian hampir 2 meter. 


” Talud yang patah ini panjangnya kurang lebih 30 Meter, kami dalam peristiwa ambruknya talud ini sedikit bersyukur bahwa tidak ada korban jiwa. Akan tetapi kami kemudian menjadi khawatir jika hal ini tidak segera diperhatikan atau ditangani oleh pihak terkait. Maka tidak tertutup kemungkinan akan semakin melebar atau meluas,” Jelasnya sembari menyatakan keresahannya.


Karena itu tambahnya, kami mengharapkan agar sesegera mungkin ada bantuan dan penanganan pada lokasi ini, sebab masyarakat yang mendiami lokasi ini sebanyak kurang lebih 27 Kepala Keluarga (KK). Ditambah lagi talud penahan tanah ini telah dibangun sejak 2014 yang lalu. Paparnya. (BN-02).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan