RS Baktirahayu Tegaskan Tidak Ada Pasien yang Ditelantarkan

motion photo 9178575340759494805 scaled

Editor: Redaksi

Ambon, Bedahnusantara.com: Pihak Rumah Sakit Baktirahayu menegaskan bahwa tidak ada pasien yang dibiarkan tanpa penanganan medis, sebagaimana diberitakan sebelumnya terkait keluhan pasien bernama Maria Lenupun. Klarifikasi tersebut disampaikan Humas RS Baktirahayu, Hein Pohwain, dalam konferensi pers di Aula RS Baktirahayu, Selasa (2/12/2025).

Hein menilai informasi yang beredar tidak sesuai dengan fakta pelayanan medis yang diberikan. Ia memastikan bahwa seluruh tenaga kesehatan bekerja sesuai standar operasional.

“Tidak mungkin tenaga kesehatan membiarkan pasien sampai berjam-jam tanpa penanganan. Jika ada bukti foto atau rekaman silakan laporkan langsung kepada saya. Kami pasti memberikan teguran kepada petugas terkait,” tegasnya.

Hein menambahkan, RS Baktirahayu siap menerima koreksi, namun koreksi tersebut harus berbasis fakta yang dapat diverifikasi. Ia juga menyoroti pemberitaan sebelumnya yang menurutnya tidak melalui proses konfirmasi.

“Saya melihat tidak ada proses check and recheck pada tiga berita sebelumnya. Khususnya dari AmbonToday.com dan Gacorpan.news. Narasi langsung dipublikasikan tanpa meminta konfirmasi dari kami. Ini tidak sesuai dengan kode etik jurnalistik, terutama butir 1, 2, dan 3,” jelas Heni.

Sebagai mantan jurnalis sejak tahun 2001, Hein mengingatkan bahwa wartawan memiliki tugas untuk menyampaikan informasi yang berimbang dan terverifikasi.

Terkait tudingan bahwa pihak rumah sakit memperlambat rujukan pasien ke RS Siloam atau RS Lemena, Hein menegaskan bahwa proses tersebut sepenuhnya merupakan mekanisme administratif standar.

“Tidak ada unsur menghambat. Data pasien harus diaktifkan terlebih dahulu agar rumah sakit rujukan dapat menerima pasien. Jika data belum masuk, bagaimana mereka bisa menerima?” terangnya.

Ia meluruskan bahwa persetujuan rujukan bukan “izin direktur”, melainkan persetujuan dari DPJP (Dokter Penanggung Jawab Pasien).

Menanggapi sorotan publik terkait ruangan yang masih menggunakan kipas angin manual serta beberapa bagian yang dinilai kurang bersih, Hein mengakui adanya kekurangan tersebut namun memastikan pembenahan sedang dilakukan.

“Kami sedang melakukan pengecekan dan penataan kembali. Teman-teman bisa lihat langsung bahwa fasilitas memang terus kami perbaiki sesuai kemampuan rumah sakit,” ucapnya.

Hein juga menyampaikan bahwa ia telah berkomunikasi langsung dengan pasien Maria Lenupun. Menurutnya, Maria tidak memiliki tujuan untuk memperburuk nama rumah sakit.

“Beliau justru mengapresiasi pelayanan kami. Informasi yang berkembang lebih karena dorongan dari rekan-rekan di lapangan, bukan keinginan pasien,” jelasnya.

Di akhir penyampaiannya, Hein berharap seluruh media yang memberitakan isu ini dapat menjaga prinsip verifikasi dan keberimbangan.

“Silakan kritik kami, kami terbuka. Tapi pastikan informasinya benar dan faktual agar tidak ada pihak yang dirugikan,” tutupnya.(BN Grace)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan