Editor: Redaksi
AMBON, Bedahnusantara.com: Point Coffee resmi hadir di Kota Ambon, Maluku, dengan membuka outlet yang menjadi outlet kedua setelah Bali. Kehadiran gerai ini menjadi bagian dari langkah ekspansi Point Coffee untuk memperluas jangkauan layanan sekaligus mendekatkan produk kopi kepada masyarakat di berbagai daerah di Indonesia.
Pembukaan outlet Point Coffee di Ambon berlangsung pada Kamis (1/10/2026) dan mendapat perhatian dari Pemerintah Kota Ambon. Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena turut hadir dan memberikan sambutan dalam pembukaan outlet tersebut.
Kehadiran Point Coffee di Ambon dinilai menjadi peluang baru bagi perkembangan usaha dan ekonomi lokal. Selain menghadirkan pilihan baru bagi masyarakat untuk menikmati produk kopi dan minuman lainnya, keberadaan outlet ini juga diharapkan dapat membuka lapangan pekerjaan bagi warga Kota Ambon.
Dalam sambutannya, Bodewin menyampaikan bahwa pemerintah daerah pada prinsipnya menyambut baik setiap investasi dan usaha baru yang hadir di Kota Ambon. Menurutnya, kehadiran dunia usaha harus dapat memberikan manfaat yang dirasakan secara langsung oleh masyarakat.
Salah satu manfaat yang menjadi perhatian pemerintah adalah penyerapan tenaga kerja lokal.
Bodewin meminta agar Point Coffee dan pelaku usaha lainnya yang beroperasi di Kota Ambon memberikan kesempatan yang cukup kepada masyarakat lokal untuk bekerja.
“Pesan saya cuma satu saja. Saya minta cuma satu saja. Silakan berusaha, tapi jangan lupa kasih kesempatan bekerja bagi anak-anak Kota Ambon. Artinya KTP Ambon,” ujar Bodewin saat memberikan sambutan.
Ia menegaskan, permintaan tersebut bukan dimaksudkan untuk membatasi kehadiran tenaga kerja dari luar daerah. Dalam kondisi tertentu, perusahaan tetap dapat membutuhkan tenaga kerja yang mempunyai keterampilan atau keahlian khusus.
Namun, untuk pekerjaan yang dapat dilakukan oleh masyarakat lokal, Bodewin berharap kesempatan tersebut diberikan kepada warga Kota Ambon.
“Kalau yang skill, oke, bisa mungkin datang dari Bali. Tapi kalau untuk pekerjaan yang bisa dilakukan oleh orang ber-KTP Ambon, cukup orang ber-KTP Ambon saja, supaya pengangguran berkurang,” katanya.
Menurut Bodewin, pembukaan satu outlet usaha memang terlihat sederhana, tetapi apabila mampu menyerap sejumlah tenaga kerja lokal, dampaknya cukup berarti bagi masyarakat.
Ia mencontohkan, apabila satu outlet dapat mempekerjakan sekitar 10 orang, maka setidaknya terdapat 10 warga yang memperoleh kesempatan untuk mendapatkan penghasilan.
“Kalau outlet Point Coffee ini pekerjakan saya sepuluh orang saja, sudah lumayan untuk Kota Ambon,” ujarnya.
Pernyataan tersebut sekaligus menegaskan harapan Pemerintah Kota Ambon agar ekspansi sektor usaha tidak hanya dilihat dari bertambahnya jumlah gerai atau aktivitas ekonomi, tetapi juga dari kontribusinya terhadap penciptaan lapangan kerja.
Ekspansi Point Coffee ke Ambon
Masuknya Point Coffee ke Ambon menjadi bagian dari perkembangan jaringan gerai kopi tersebut di Indonesia. Dengan dibukanya outlet di Ambon, masyarakat setempat kini memiliki akses terhadap konsep layanan Point Coffee yang menggabungkan produk kopi dengan layanan cepat dan praktis.
Kehadiran outlet ini juga membuka peluang bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat produk-produk yang ditawarkan Point Coffee, sekaligus menjadi alternatif tempat membeli minuman kopi dan berbagai pilihan minuman lainnya.
Sebagai outlet kedua setelah Bali, pembukaan Point Coffee di Ambon juga menunjukkan adanya perluasan pasar ke wilayah Indonesia bagian timur.
Kehadiran gerai tersebut diharapkan dapat menjadi awal dari berkembangnya jaringan usaha Point Coffee di Maluku, sekaligus memberikan kontribusi terhadap aktivitas ekonomi lokal.
Bagi masyarakat, keberadaan outlet baru bukan hanya berkaitan dengan pilihan konsumsi. Di sisi lain, pembukaan gerai juga menciptakan kebutuhan terhadap tenaga kerja, mulai dari operasional outlet hingga berbagai aktivitas pendukung lainnya.
Hal inilah yang kemudian menjadi perhatian Wali Kota Ambon.
Bodewin berharap setiap pelaku usaha yang membuka kegiatan bisnis di Kota Ambon dapat melihat masyarakat lokal sebagai bagian penting dari perkembangan usaha.
“Silakan berusaha, tapi jangan lupa kasih kesempatan bekerja bagi anak-anak Kota Ambon,” tegasnya.
Ia menyebut, perhatian terhadap tenaga kerja lokal penting dilakukan karena masyarakat Kota Ambon yang membutuhkan pekerjaan masih cukup banyak.
Karena itu, keberadaan Point Coffee diharapkan tidak hanya memberikan pilihan baru bagi konsumen, tetapi juga menjadi bagian dari upaya bersama menciptakan lapangan kerja dan mengurangi pengangguran di Kota Ambon.
Pemerintah Kota Ambon, lanjutnya, terbuka terhadap investasi dan pengembangan usaha. Namun, keterbukaan tersebut diharapkan berjalan seiring dengan pemberian manfaat kepada masyarakat daerah.
Dengan hadirnya Point Coffee sebagai outlet kedua setelah Bali, pembukaan gerai ini menjadi salah satu bagian dari dinamika pertumbuhan sektor usaha di Kota Ambon. Ke depan, keberadaan Point Coffee diharapkan dapat berkembang dan memberikan kontribusi yang lebih luas, baik terhadap aktivitas ekonomi maupun kesempatan kerja bagi masyarakat lokal.
Bagi Kota Ambon, bertambahnya usaha baru seperti Point Coffee menjadi peluang untuk memperkuat aktivitas ekonomi sekaligus membuka ruang baru bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mendapatkan pengalaman dan kesempatan kerja di daerah sendiri. (BN Grace)









