Ambon, Bedahnusantara.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon memastikan proses pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Formasi 2024 yang mulai dilaksanakan tahun 2025 berjalan sesuai mekanisme. Pada tahap pertama ini, sebanyak 1.152 formasi sudah dalam proses, sementara ratusan lainnya akan menyusul dilantik dalam waktu dekat.
Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, menjelaskan bahwa pihaknya sebenarnya berharap semua formasi bisa dilantik secara bersamaan. Namun, karena proses di Badan Kepegawaian Negara (BKN) masih menyisakan beberapa tahapan teknis, maka pelantikan dilakukan secara bertahap.
“Target kita sebenarnya ingin melantik mereka semua sekaligus. Tetapi karena ada beberapa yang masih berproses di BKN, maka sebagian kita lantik hari ini. Mudah-mudahan dalam 1–2 minggu ke depan, 700 lebih pegawai lagi siap kita lantik,” ujar Wattimena.
Ia menambahkan, seluruh proses pengangkatan ini akan berlaku surut mulai 1 Oktober 2025. Untuk itu, Pemkot masih menunggu penyelesaian administrasi beberapa hari ke depan agar seluruh pegawai yang tersisa juga bisa segera dilantik.
Selain itu, untuk formasi tahap II tahun 2025, Wali Kota Ambon memastikan bahwa prosesnya tetap berjalan paralel. Bahkan, jika tahapan di Kementerian PAN-RB dan BKN selesai dalam waktu yang berdekatan, pelantikan bisa dilakukan sekaligus bersama dengan tahap II.
“Kita ingin semua persoalan terkait tenaga kontrak dan honorer segera tuntas. Kalau ini selesai, maka kita bisa lebih fokus pada agenda pembangunan lain di Kota Ambon,” tegasnya.
Lebih jauh, Wattimena juga menyoroti status pegawai paruh waktu sebanyak 250 orang, yang terdiri dari 173 orang yang sebelumnya tidak lulus seleksi namun masih tercatat dalam data base, serta 77 orang yang mestinya diberhentikan tahun lalu namun tetap dipertahankan.
“Saya sudah resmi menyurati Kemenpan-RB agar mereka juga dimasukkan dalam skema paruh waktu. Jadi semua masalah pegawai kontrak dan honorer di Kota Ambon bisa selesai secara menyeluruh,” tambahnya.
Dengan langkah ini, Pemkot Ambon optimistis bahwa polemik terkait tenaga honorer yang telah lama menjadi perhatian publik dapat segera dituntaskan. (BN Grace)





