Pemkot Ambon Gelar Silaturahmi dan Dialog Lintas Tokoh Agama

Ambon,Bedahnusantara.com:Pemkot Ambon gelar silaturahmi dan dialog lintas tokoh agama secara virtual yang berlangsung aula RRI Ambon, Selasa (8/12/20).

InShot 20201209 105746878


Silaturahmi dan dialog lintas tokoh agama berlangsung dibawah sorotan tema Salam Damai Dari Ambon Untuk Indonesia.


Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy dalam sambutannya mengatakan, kondisi pandemi Covid-19 yang sementara terjadi baik di Ambon Indonesia bahkan di dunia tapi semangat kita untuk terus membangun kerukunan dan toleransi antar umat beragama di tengah masyarakat kota Ambon tidak pernah luntur.


“Walaupun kita sementara berada di tengah-tengah Covid-19, namun saya 

mau mengajak kita semua untuk tetap bersyukur kepada Tuhan yang maha esa,” ujarnya.


Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon merumuskan tiga kebijakan, yakni Ambon yang harmonis, Ambon religius dan Ambon yang sejahtera.


“Ambon yang harmonis, Ambon yang religius dan Ambon sejahtera adalah kata kunci untuk membangun kota ini disertai peningkatan kualitas nilai -nilai spritualitas keagamaan,” paparnya.


Dia menjelaskan, dialog dan silahturahmi saat ini, bukan sekedar basa basi untuk sekedar memenuhi realiasasi target program tahunan, tetapi ini bersumber dari sebuah kultur Ambon yang betul-betul mencerminkan kerukunan antar umat beragama yang terbaii di Indonesia sebagai kekuatan untuk membangun kota Ambon dengan penuh sukacita.


“Kegiatan ini bukan sebagai insidentil, tetapi secara rutin setiap tahun telah dilaksanakan Pemkot Ambon,” ungkapnya.


Pihaknya  berharap, pesan damai akan menciptakan indonesia yang kondusif, Indonesia yang betul hidup dalam suasana persatuan dan kesatuan dan dalam suasana persaudaraan yang tinggi.


Sementara itu, Menteri Agama RI Jenderal TNI (Purnawirawan) Fachrul Razi mengakui,

semua agama mengajarkan yang sama bahwa hanya upaya dan Doa yang dapat merubah kehidupan manusia. 


“Saya juga sangat menghargai langkah kerukunan yang dilakukan masyarakat Maluku , karena itu saya bisa katakan bahwa Maluku saat ini adalah tempat belajar kerukunan bangsa yang paling baik di Indonesia,” tuturnya.


Dia menuturkan, ada lima agama yang dianut oleh warga dan masyarakat yaitu islam, kristen, hindu, budha, katolik dan khonghucu. Selain lima agama ini, lanjut dia, agama yang  dianut oleh masyarakat dengan kepercayaan yang berbeda meskipun ada yang sama.


“Semua pemeluk agama  berhak dan harusnya perpanjangan bahwa agama yang dianutnya adalah agama  yang paling benar dan baik, namun sebaliknya  setiap pemeluk agama juga harus menghargai pemeluk agama yang lain bahwa mereka punya hak yang sama  adalah agama yang paling benar dan baik,” terangnya.


Dia menambahkan, semua ajaran agama selalu mengajarkan tentang kehidupan adil, dan saling menghormati yang berbeda untuk mewujudkan itu semua penganut tokoh agama sangat penting.


“Saat ini penganut tokoh agama sedang menghadapi tantangan dengan kehadiran pandemi covid 19, hanya ada dua langkah pencegahan penularannya sebagai ikhtiar kita bersama yakni ikhtiar lahir dan ikhtiar batin. Karena, agama berperan penting memberikan arahan yang didasari dengan iman yang memberikan motivasi yang mengarahkan masyarakat turut aktif menjaga kerukunan antar umat  agama, serta mendukung pemerintah mengantisipasi pandemi Covid-19,” katanya.


Yang hadir Dalam dialog tersebut diantaranya, Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta Nasaruddin Umar, Sekretaris Umum Persatuan Gereja Indonesia Pdt Jacky Manuputty, Ketua Komisi Konferensi Wali Gereja Indonesia Tri Harsono, Wakil Ketua DPD RI Letjen TNI Marinir (Purn) Nono Sampono dan Kapolda Maluku Irjen Pol Refdi Andri, Wakil Wali Kota Ambon Syarif Hadler dan Sekertaris Kota Ambon Anthony Gustav Latuheru.( BN-02)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan