![]() |
| Jafry Taihuttu, Diduga Gelapkan 1,8 Milyar Uang Orang |
Ambon, Bedah Nusantara.com: Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Ambon asal partai PDI-P, Jafry Taihuttu disinyalir telah melakukan tindakan penipuan dan penggelapan dana milik keluarga Siahaya sebesar kurang lebih 1,8 Milyar.
Hal tersebut disampaikan oleh salah seorang anggota keluarga korban, Ny.Ice Siahaya kepada media Bedah Nusantara.com di Ambon pada pagi tadi, seusai melakukan upaya hukum terhadap yang bersangkutan (Jafry Taihuttu,Red).
Menurut Ny.Ice Siahaya, Jafry Taihuttu telah melakukan tindakan penipuan dan penggelapan akan dana Asuransi milik Almarhum Ny. Marice Laisina Siahaya (Berdomisili di Belanda) yang tidak lain adalah kakak kandung dari Ayah Ny. Ice Siahaya bernama Bapak. Jacob Siahaya.
” Jafry Taihuttu, telah jelas-jelas menggelapkan dana asuransi yang menjadi hak dari papa saya bernama Jacob Siahaya, dan dana tersebut untuk ketahuan kita semua berjumlah kurang lebih 3 Milyar, akan tetapi yang digelapkan oleh Jafry Taihuttu yang benar-benar menjadi milik papa saya (Jacob Siahaya) berjumlah sebanyak Rp.1,8 Milyar” Jelas Ice Siahaya sembari menahan emosinya
Dijelaskan Ice Siahaya, dana Asuransi milik almarhum Ny. Marice Laisina Siahaya sebesar 1,8 Milyar itu diserahkan kepada anak angkatnya bernama Ny.Costavina Laisina Hattu, yang tidak lain merupakan Ibu Baptis dari Jafry Taihuttu. Dan dalam perjalannan waktu yang lampau, Ny. Costavina pernah menghubungi kelurga kami dalam hal ini kepada Ibu saya Ny.Hana Siahaya dan mengatakan bahwa uang Asuransi milik kakak dari Bapak Jacob Siahaya (Ny.Marice Laisina Siahaya,Red) sementara berada pada yang bersangkutan (Ny.Costavina) dan akan diserahkan kepada keluarga kami di ambon saat beliau tiba di Ambon.
” tanta Costavina pernah menghubungi mama dan menjelaskan bahwa uang milik mama Rice Siahaya di belanda sedang ada pada tanta Costavina dan akan dikasih kepada keluarga setelah tanta Costavina tiba di Ambon. sebab saat itu tanta Costavina berencana pulang ke Hulaliu untuk mengikuti acara peresmian gedung gereja Hulaliu, sebab tanta Costavina ini datang sebagai undangan oleh Sekertaris panitia pembangunan yang dalam hal ini Jafry Taihuttu (Anak Baptis Ny.Costavina), sekaligus mau menyerahkan uang asuransi milik papa saya” Terang Ice Siahaya
Akan tetapi lanjutnya, dalam perjalanannya ternyata ada dugaan permainan Jafry Taihuttu sehingga Ny.Costavina Laisina Hattu akhirnya tidak lagi menuju ke Ambon untuk menemui keluarga kami seperti yang telah dijanjikan, dan kemudian Ny.Costavina Laisina Hattu (Ibu Baptis Jafry Taihuttu) langsung berangkat ke Jakarta dan ingin kembali ke Belanda setelah usai mengikuti acara peresmian Gereja Hulaliu dan pada saat keberangkatan balik kejakarta ini, Ny. Costavina Laisina Hattu ditemani oleh Jafry Taihuttu dan salah seorang saksi lain yang bernama Paul Birahy.
” Tanta Costavina setelah mengikuti acara peresmian Gereja di Hulaliu, beliau langsung balik Jakarta dan mau ke Belanda, tanpa menemui kami seperti yang dijanjikan. akan tetapi dalam kesempatan yang ada, Tanta Costavina sempat memberi amanat dan kepercayaan kepada Jafry Taihuttu yang dipercayakan memberikan uang sebesar Rp.1,8 Milyar milik papa saya Jacob Siahaya yang saat itu memang dibawa oleh Tanta Costavina Laisina Hattu ke Indonesia dengan maksud menyerahkan kepada kami, dan penyerahan uang tersebut dilakukan di Hotel Mandarin jakarta yang disaksikan sendiri oleh saksi Paul Birahy. Akan tetapi hingga saat ini rupa dan bentuk uang tersebut sama sekali tidak pernah kami terima dan kami lihat”. tegas Ice Siahaya
Lebih Jauh dikatakan Ny.Ice Siahaya, pada beberapa waktu lalu Jafry Taihuttu bahkan telah mendapatkan pemeriksaan oleh pihak Polda Maluku berdasarkan laporan Polisi yang dilayangkan olehnya dan keluarganya. Dan kepada IPDA Jonatan, Jafry Taihuttu mencoba menghilangkan jejak saksi yakni Ny.Costavina Laisina Hattu yang tak lain adalah Ibu Baptisnya sendiri, dengan mengatakan bahwa Ibu Baptisnya tersebut (Ny.Costavina Laisina Hattu, Red) telah meninggal dunia. padahal Ny.Costavina Hattu adalah orang yang menyerahkan uang milik Bapak Jacob Siahaya kepada Jafry taihuttu di Jakarta, sesuai pengakuan saksi Paul Birahy.
” Coba Lihat bagaimana dia mencoba menipu semua orang termasuk pihak kepolisian dengan mengatakan bahwa mama sarani (Ibu Baptis) Ny. Costavina Laisina Hattu telah meninggal di Belanda, yang pada kenyataannya bahwa Ny. Costavina masih hidup sampai hari ini”. Geram Ice Siahaya (BN-07)






