Lapas Kelas IIA Ambon Gelar Lepas Sambut, Herliadi Tegaskan Pembinaan Warga Binaan Jadi Prioritas

IMG 20251001 WA0005 scaled

 

 

Ambon, Bedahnusantara.com – Lapas Kelas IIA Ambon menggelar acara Lepas Sambut pejabat struktural, yang berlangsung penuh kehangatan dan kebersamaan. Acara ini dihadiri oleh jajaran pemerintah, tokoh masyarakat, para tamu undangan, serta rekan-rekan media. Kehadiran para undangan menjadi wujud dukungan nyata terhadap kinerja lembaga pemasyarakatan dalam menjalankan fungsinya.

 

Kepala Lapas Kelas IIA Ambon, Herliadi, Bc.I.P., S.Sos., dalam sambutannya mengungkapkan bahwa istilah Lepas Sambut dipilih bukan tanpa alasan. Menurutnya, berbeda dengan istilah Pisah Sambut yang seakan-akan menandakan perpisahan, Lepas Sambut memiliki makna bahwa ada pejabat yang dilepas dan ada yang disambut, tetapi hubungan dan silaturahmi tetap terjaga.

 

“Kalau pisah itu lawannya jumpa. Tetapi kalau lepas, bukan berarti berpisah selamanya. Ada yang dilepas dan ada yang disambut. Sewaktu-waktu kita bisa berjumpa kembali dalam suasana yang berbeda,” ungkap Herliadi.

 

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh tamu undangan yang hadir, meski di tengah kesibukan masing-masing. Baginya, kehadiran para pejabat, mitra kerja, dan rekan media adalah bentuk apresiasi luar biasa dan kebanggaan tersendiri bagi jajaran Lapas Ambon.

 

Lebih jauh, Herliadi menegaskan bahwa keberadaan Lapas Kelas IIA Ambon bukan hanya sekadar tempat menahan warga binaan, melainkan wadah pembinaan. Ia menjelaskan, konsep lembaga pemasyarakatan sudah jauh berbeda dengan “penjara” pada masa lalu.

 

“Kalau dulu penjara hanya mengurung orang dan menunggu masa hukuman selesai, sekarang berbeda. Di dalam Lapas, warga binaan tidak hanya diawasi, tetapi juga dirawat, dibina, dan dibekali keterampilan agar nantinya mereka kembali ke masyarakat dengan terhormat,” jelasnya.

 

Selama sembilan bulan bertugas, Herliadi menuturkan banyak program pembinaan telah dijalankan, terutama dalam bidang pertanian dan keterampilan kerja. Program-program tersebut berjalan baik berkat dukungan penuh dari pemerintah pusat, provinsi, maupun kota, serta kerja sama dengan berbagai instansi terkait.

 

“Di sini, kami membina warga binaan dengan sistem bergantian. Begitu mereka selesai masa hukuman, mereka keluar, lalu kami kembali membina warga binaan baru. Tidak seperti perusahaan di luar yang semakin lama semakin ahli, di sini setiap kali harus kembali membina dari awal. Namun itulah tantangan yang harus kita jalani,” jelasnya.

 

Herliadi juga menyoroti peran penting media yang dianggap sebagai mitra strategis dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat luas. Menurutnya, tanpa pemberitaan media, berbagai aktivitas positif yang ada di dalam Lapas Ambon tidak akan diketahui publik.

 

“Media ini sahabat luar biasa. Tanpa media, apa yang kami kerjakan di dalam Lapas tidak akan diketahui masyarakat. Berkat dukungan media, informasi bisa dikonsumsi publik, sehingga masyarakat tahu bahwa di dalam Lapas ada kegiatan positif yang membina warga binaan,” tambahnya.

 

Mengakhiri sambutannya, Herliadi menyampaikan permohonan maaf apabila dalam pelaksanaan acara maupun selama kepemimpinannya ada hal-hal yang kurang berkenan. Ia menegaskan bahwa seluruh jajaran Lapas Ambon telah berupaya memberikan yang terbaik meski tidak luput dari kekurangan.

 

Acara Lepas Sambut ini sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat komitmen dalam menjalankan misi pemasyarakatan. Dengan dukungan semua pihak, Herliadi optimistis bahwa Lapas Kelas IIA Ambon dapat terus meningkatkan pembinaan, agar warga binaan benar-benar siap kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik. (BN Grace)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan