Lapalelo: Gestur Politik Louhenapessy Yang Unik, Itu Adalah Ciri Khasnya Dan Bukan Ambisi Politiknya

Ambon, Bedahnusantara.com: Kontestasi perpolitikan Indonesia dan juga Maluku, masih menunggu beberapa tahun kedepannya, akan tetapi telah banyak pihak yang mencoba melakukan kerja-kerja politiknya guna mempersiapkan segala sesuatu menuju event tersebut.

AVvXsEgDSX4 K23oria9ZZhWG Y3l35E0OGzHdaDH1rpItjJEd 9qVXLmT7xvycXLGgS AENEt7kiuNwBZrKtBUkICJK NCxSSJIrIazflzMI1G4S rHp1 P7KkljuwP8n3bxwet9kUa4Q6 Rvt0CxzUfdiR1HNozIai7p TIaKFaZRuBrUVjkVJGuUMMW1gw=w640 h426
Foto; Gubernur Maluku dan Walikota Ambon bersama Istri.


Hal tersebut juga terlihat telah dilakukan oleh sejumlah tokoh politik yang berasal dari sejumlah partai politik tidak terkecuali partai Golongan Karya (Golkar).


Dari sejumlah pergerakan para tokoh dan politisi yang ada, terdapat sebuah nama yang kemudian santer dibicarakan dan diwacanakan dengan konotasi personifikasi ” Berambisi”, dalam memuluskan niatnya mendampingi seorang Murad Ismail yang hari ini masih menjabat sebagai Gubernur Maluku.


Tokoh dan politisi yang dimaksud itu adalah Richard Louhenapessy, seorang politisi kawakan yang saat ini masih menjabat sebagai Walikota Ambon hingga bulan Mei 2022 mendatang. 


Dalam pergerakan dan gestur berpolitiknya, Richard Louhenapessy diopinikan oleh sejumlah pihak secara tendensi, bahwa yang bersangkutan terlihat sangat ” berambisi” untuk dapat berpasangan dengan Murad Ismail dalam kontestasi Pilkada 2024 nanti.


Menanggapi hal tersebut pengamat politik yang juga Direktur Parameter Research and Consulting, Edison Lapalelo, ketika dimintai pendapatnya mengatakan; Dalam kehidupan sosial seseorang bahasa tubuh atau gestur dalam setiap momentum mestinya dibangun seperti demikian (seperti yang di tunjukan oleh seorang Richard Louhenapessy).


Mengapa saya katakan demikian, lanjutnya, sebab hal tersebut memberi pesan yang baik dan elok kepada masyarakat, bahkan gestur dan bahasa tubuh seperti yang demikian inilah yang akan memberi rasa nyaman untuk setiap orang ketika berinteraksi dengan beliau.


Ketika ditanya terkait adanya wacana publik yang dikaitkan dengan momentum Pilkada 2024, yang mana terdapat wacana keduanya akan dipasangkan menjadi Kandidat, dan ada juga wacana lain bahwa Richard Louhenapessy dikatakan sangat berambisi untuk berpasangan dengan Murad Ismail dalam Pilkada 2024 nanti.


Lapalelo mengungkapkan, dari keseharian yang kami amati, kami menemukan bahwa; terkait ” kata ambisi” dalam konteks politik itu sangat lah tidak tepat jika disematkan pada proses pergerakan politik seseorang.


Sebab pergerakan-pergerakan politik seseorang seharusnya tidak boleh dinyatakan sebagai ” Ambisi”, karena itu ungkapan diksi ” Ambisi” sangat lah tidak tepat bila disematkan atau dilabeli kepada seorang Richard Louhenapessy, jika hal tersebut kemudian diakibatkan dari pergerakan politik atau gestur dan bahasa tubuhnya.


Hal ini disebabkan karena, sebagai seorang politisi, sudah merupakan hal yang lumrah jika seseorang yang berkapasitas dan berstatus politisi melakukan pergerakan-pergerakan politik dalam setiap aktivitasnya.

AVvXsEhoOoFJjvSg7HvPIAnJPqeHtk6WnmN3jjp2dQW5m 0EWQQlw1NIznPG417IEa0fXGBr9DbujITndDN83AseXQgaMRyKu4x1Uz8qadvXIuk2uUt1cImpSNUchr4p RXrMDMxJpFQEYH8gWbr8JbkyM70ftHZEBR3cwdgf04FxxARhOizmFpbOjiVPsqF0Q=w508 h640
Foto: Murad Ismail, Gubernur Provinsi Maluku


Dan mesti menjadi sebuah catatan penting, bahwa; Richard Louhenapessy ini, adalah seorang politisi dari Partai Golkar yang unik dan sangat berbeda dengan para politisi lain pada umumnya.


” Sebab jika kita mau mengumpamakan seorang Richard Louhenapessy, maka beliau ini adalah salah seorang politisi yang Etnik dan memiliki ciri Khas tersendiri yang tidak sama dengan para politisi lain yang ada di Maluku,” Ungkapnya.


Karena itu, tambahnya, dalam aktivitas kesehariannya, gestur dan bahasa tubuh yang seperti demikianlah yang selalu dilakoni oleh Richard Louhenapessy, sehingga jika kemudian ada opini bahwa yang bersangkutan berambisi untuk berpasangan dengan murad Ismail. 


” Saya kira hal tersebut tidaklah benar, mengapa demikian?, sebab seingat saya dalam pernyataan resminya beberapa waktu lalu beliau (Richard Louhenapessy) telah menyatakan bahwa dirinya tetap siap sedia menantikan perintah partai,”.


Jadi jika nantinya partai memerintahkan beliau (Richard Louhenapessy) untuk maju sebagai Calon Gubernur, maka beliau pasti akan maju sebagai calon Gubernur, demikian juga jika partai mengamanatkan untuk menjadi Calon Wakil Gubernur, maka beliau akan tetap patuh pada perintah partai.


Dengan demikian maka, akan sangat prematur dan salah besar jika kemudian ada pihak yang mencoba membangun narasi-narasi yang keliru terkait semua pergerakan dan gestur politik dari seorang Richard Louhenapessy.

AVvXsEi5DC7AsaHiQ33AOVHM8CWegbcV1T6J2VdgRmG6CSwsAXpsa Ue3nROyrBZkMo yuyAQ UIq2nlMG gWQ3h0SrjM9wde5q2PS6E4VNThlJ4 fu2DjB6MDXAEkxvqutHGH7AsFbwVCt7WTSp3zr1UIu1hSppWCNzC2Mb6 xUMo HyOGl5KMhVtsdaOXbQ=w632 h640
Foto: Richard Louhenapessy, Walikota Ambon


Disinggung soal kemistri dan bahasa tubuh antara Richard Louhenapessy kepada Murad Ismail yang dianggap bentuk “gestur berambisi untuk berpasangan dengan Murad Ismail’. 


Lapalelo menyatakan; bila memperhatikan terkait kedekatan dan kemistri dari keseharian mereka berdua selaku pemimpin di daerah ini, maka kita dapat melihat bahwa, mungkin saja mereka berdua memiliki komunikasi yang baik di antara keduanya baik selaku pemimpin di Kota dan Provinsi, akan tetapi juga selaku Politisi.


Dan komunikasi yang terlihat sangat dekat ini hanya diketahui oleh mereka berdua. Sehingga kita tidak perlu memasuki areal privasi tersebut, apalagi mencoba mempolitisir dalam konteks negatif terkait gaya dan cara komunikasi kedua tokoh ini.


Oleh sebab itu sekali lagi ” kami ingin menyampaikan dalam prespektif penempatan diksi ” Ambisi”, terhadap gaya komunikasi, atau bahkan pergerakan politik Richard Louhenapessy bersama Pak Murad Ismail, itu sama sekali tidak tepat dan keliru,”.


Sebab hingga hari ini kami melihat gestur dan juga sikap seorang Richard Louhenapessy tetap biasa saja, dan sama sekali tidak berambisi seperti yang coba diopinikan oleh sekelompok orang.


” Malah dalam pengamatan kami, terdapat banyak sekali tokoh yang dalam gaya dan akrobatik berpolitiknya terlihat luar biasa lucu dan berambisi, akan tetapi mereka itu tidak dikatakan berambisi. Sedangkan orang yang biasa saja dalam gestur dan pergerakan politiknya, malah dikatakan berambisi, ini kan sesuatu yang aneh,”.


Bahkan sejauh ini, lanjutnya, dalam gestur politiknya, Richard Louhenapessy masih sangat normatif selaku seorang walikota dan juga sebagai seorang politisi. 


” Hal ini juga bahkan bukan hanya bisa dialami oleh seorang Richard Louhenapessy saja, jika hal tersebut juga terlihat dilakukan oleh CEO Bedah Nusantara, Pak Steve Palyama kepada Pak Murad Ismail, maka tidak tertutup kemungkinan bisa saja akan ada opini yang demikian juga kepada CEO Bedah Nusantara Pak Steve Palyama, bahwa CEO Bedah Nusantara sementara berambisi untuk berpasangan dengan seorang Murad Ismail,” Tandasnya.(BN-08) 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan