![]() |
| Musikalisasi Puisi |
Ambon, Bedahnusantara.com: Kantor Bahasa Maluku menggelar lomba musikalisasi puisi antar pelajar se-Maluku yang berlangsung di lokasi Taman Budaya, Jumat (4/8).
Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy mengatakan, sastra dan musik saling memiliki keterkaitan dimana, munculnya kesenian berawal dari kepentingan ritual yang dilakukan masyarakat tradisional, karena itu segala hal yang disebut seni, sastra, mantra, musik, nyanyian dan tarian merupakan satu kesatuan yang saling mengisi tanpa ada katagorisasi.
“Dalam perkembangan selanjutnya terwujd kesenian rakyat dalam tradisi sastra lisan syair dalam pusi lama dikaitkan dalam lantunan dan tembang oleh para seniman baik dalam bentuk opera maupun yang lain kemudian menyusul syair-syair baru dan aransemen musik lainnya,”ujarnya.
Para seniman memiliki prinsip yang berbeda, kata dia, dimana ada seniman yang mengkompromikan deklamasi dan nyanyi, ada yang berprinsip pada kata, ada yang mengungkapkan makna bahkan kata melalui musik bukan pada usik vokal, tapi instruimental.
“Dalam perkembangan musik dan puisi terus berkembang dan dikenal dengan nama musikalisasi puisi,”paparnya.
Dia mengakui, musik bukan hal yang baru atau hal yang asing, musik bagi masyarakat Maluku khusus masyarakat Kota Ambon merupakan anugrah dari Tuhan yang mengalir sejak dalam kandungan dan menjadi kekuatan dalam jiwa dan karakter orang ambon.
“Spirit mendorong pemerintah dam masyarakat menjadikan usik sebagai identitas masyarakat Kota Ambon, musik bagi orang Ambon melalui AMO disebut sebagai DNA orang Ambon jadi kenapa orang Ambon pintar menyanyi karena memiliki DNA untuk nyanyi, karena dimana saja tanpa ada persiapan orang pasti akan menyanyi dengan pembagian suara yang bagus,” terangnya.
Dia meminta, semua pihak untuk mendukung musikalisasi puisi yang dilaksanakan Kantor Bahasa, hal ini untuk mempercepat Ambons ebagai kota musik.
“Kegiatan yang dilaksanakan saat ini dapat mengungah kecintaan kita terhadap bahasa dan sastra inonesia, saat ini anak muda sering menganaktirikan bahasa dan sastra Indonesia,” akuinya.(BN-O2)






