Editor: Redaksi
AMBON, Bedahnusantara.com: Pemerintah Kota Ambon memperkuat kolaborasi lintas sektor melalui rapat koordinasi pentahelix sebagai langkah menghadapi dampak fenomena El Niño yang berpotensi memicu cuaca ekstrem dan meningkatkan risiko kebakaran di wilayah Kota Ambon.
Rapat koordinasi tersebut digelar Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Ambon dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, BMKG, kepolisian, Pertamina, hingga Dinas Kehutanan Provinsi Maluku.
Wakil Wali Kota Ambon, Elly Toisuta, mengatakan kolaborasi seluruh stakeholder menjadi hal penting dalam menghadapi kondisi cuaca ekstrem yang terjadi saat ini.
Hal itu disampaikan Elly saat diwawancarai usai rapat koordinasi di Kantor BPBD Kota Ambon, Rabu (2/9/2026).
Menurutnya, penanganan persoalan yang berkaitan dengan cuaca ekstrem tidak dapat dilakukan secara sendiri-sendiri. Dibutuhkan kerja bersama seluruh pihak agar berbagai langkah penanganan dapat berjalan secara efektif.
“Kalau semuanya bekerja sendiri-sendiri, maka semua hal nanti tidak bisa terlaksana. Apalagi dengan kondisi yang sekarang ini, kolaborasi itu penting,” ujar Elly.
Ia menilai, keterlibatan berbagai stakeholder melalui konsep pentahelix dapat memperkuat upaya pemerintah dalam mengantisipasi maupun menangani dampak yang ditimbulkan oleh El Niño.
“Sedikit tambah sedikit, lama-lama jadi bukit. Tapi kalau tidak pernah berkolaborasi, maka semua itu terasa berat untuk dilakukan,” katanya.
Elly menjelaskan, rapat koordinasi tersebut penting agar masing-masing stakeholder memahami tugas dan tanggung jawabnya dalam membantu pemerintah menghadapi dampak cuaca ekstrem.
Dalam rapat tersebut, berbagai pihak dilibatkan, di antaranya Pertamina, Dinas Kehutanan Provinsi Maluku, BMKG, kepolisian, serta stakeholder lainnya yang memiliki peran dalam penanggulangan bencana.
“Rapat koordinasi ini dirasakan sangat penting supaya masing-masing stakeholder dapat memahami tugas dan tanggung jawab mereka juga dalam membantu pemerintah menghadapi cuaca El Niño,” jelasnya.
Sementara itu, El Niño yang menyebabkan kondisi cuaca lebih panas dan kering dinilai dapat meningkatkan potensi terjadinya kebakaran, termasuk kebakaran hutan dan lahan.
Elly menyebutkan, kondisi tersebut perlu mendapat perhatian serius karena Kota Ambon hingga saat ini telah mengalami sekitar 12 kali kejadian kebakaran.
“El Niño ini mengakibatkan cuaca panas yang menimbulkan kebakaran hutan, kebakaran yang lain-lain, dan Kota Ambon hari ini sudah kurang lebih 12 kali kebakaran yang terjadi,” ungkapnya.
Karena itu, melalui koordinasi pentahelix tersebut, Pemkot Ambon berharap seluruh stakeholder dapat menjalankan peran masing-masing sekaligus membangun kerja sama dalam menghadapi berbagai potensi bencana akibat kondisi cuaca ekstrem.
Elly menegaskan, kolaborasi tidak hanya diperlukan pada saat terjadi bencana, tetapi juga dalam upaya pencegahan dan kesiapsiagaan.
Ia pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah hadir dan mengambil bagian dalam rapat koordinasi tersebut.
“Sekali lagi atas apa yang telah terhimpun, saya menyampaikan terima kasih. Salam hangat saya untuk seluruh pimpinan bapak-ibu sekalian yang tidak berkesempatan hadir,” ujarnya.
Menurutnya, dengan koordinasi dan komunikasi yang baik, berbagai kebijakan serta langkah penanganan dapat diteruskan hingga kepada jajaran pelaksana di lapangan.
“Dengan tugas dan tanggung jawab kita semua, semua hal bisa direalisasikan kepada bawahannya, tentunya sudah mendapatkan petunjuk apa yang saya sampaikan tadi,” tandas Elly.
Pemkot Ambon berharap sinergi lintas stakeholder tersebut mampu memperkuat kesiapsiagaan menghadapi El Niño sekaligus meminimalkan risiko kebakaran dan dampak cuaca ekstrem bagi masyarakat. (BN Grace)





