Erubun Gagal Hadirkan Raja Defenitif Di Seilale, Kini Jadi Terlapor Kasus Korupsi Dana Desa

Nova DD oke
Nova, K.  Erubun

Ambon, Bedahnusantara.com:  Penjabat Raja Negeri Seilale Nova K. Erubun, A.P, MH dinilai gagal dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai perwakilan Pemerintah Kota Ambon pada negeri adat Seilale, Kecamatan Nusaniwe Kota Ambon.

Nova yang diketahui menjabat sebagai karateker raja Negeri Adat Seilale sejak bulan Maret tahun 2017 silam ini, diberikan tugas dan kewenangan untuk menghadirkan pemerintahan secara defenitif di negeri tersebut, akan tetapi hingga saat ini sampai masa baktinya berakhir, Nova Erubun sama sekali tidak mampu menjalankan tugas dan tanggung jawabnya secara baik.
Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Tim Kelompok Peduli Masyarakat Negeri Seilale, Nickholas Kailola kepada media ini di Ambon pada Jumat (23/11).
Menurut Kailola, Nova Erubun adalah figur yang awalnya sangat tegas dan luar biasa dalam menyatakan kebenaran dinegeri Seilale, ketika dirinya baru memulai masa jabatannya.
” Nova Erubun, awalnya sangat dikagumi oleh kami masyarakat Negeri Adat Seilale, kami berharap lewat sikap tegasnya, beliau bisa mewujudkan impian besar masyarakat negeri ini, untuk memiliki seorang pemimpin yang defenitif, dari garis Matarumah parentah, yakni Loppies Seilana Pattinay. Akan tetapi semua itu ternyata hanya kamuflase semata saja” ungkap Kailola.
Menurutnya, sejak ditekan oleh masyarakat untuk memintakan kehadiran Raja defenitif di Seilale, Nova Erubun selalu mencoba melakukan apa yang diinginkan masyarakt, akan tetapi hal tersebut hanya berupa janji-janji tanpa realisasi.
Dan hal itu, lanjutnya ternyata hanya menjadi kamuflase dari Nova Erubun saja, karena takut kepada tekanan Pemerintah kota (dalam hal ini diduga Walikota Ambon), sebab walikota Ambon diduga memiliki hutang budi, baik secara moril dan politik, dengan salah satu tokoh di Negeri Seilale, sehingga membuat yang bersangkutan (Walikota Red) disinyalir tidak ingin menghadirkan Pemrintahan yang Dafenitif di Negeri Adat Seilale.
Nova Erubun, terang Kailola, tidak hanya gagal dalam menghadirkan Raja defenitif di Negeri Adat Seilale, akan tetapi dirinya juga gagal dan bahkan kini, menjadi terduga pelaku Korupsi Dana Desa dan Alokasi Dana Desa Negeri Seilale Tahun 2017-2018.
” Nova Erubun, diduga telah melakukan kerjasama dengan pihak Saniri Negeri Seilale, dibawah kepemimpinan Adolof Gustaf Kailola, untuk mengelola Dana Desa dan Alokasi Dana Desa tahun 2017-2018, yang akhirnya, uang Negara milik masyarakat berjumlah Milyaran itu, kini telah habis dipergunakan untuk hal-hal yang tidak sesuai dengan peruntukan, bahkan banyak diantaranya disalah gunakan,” Jelas Kailola.
Nova Erubun, berdasarkan data yang kami terima dari Team Pelapor Kasus Dugaan Dana Desa Seilale ke pihak Penegak Hukum, dalam hal ini dibawah pimpinan Jhon Kailola. Ternyata telah melakukan dugaan tindak pidana korupsi Dana ADD dan DD Negeri Seilale, Tahun 2017, karena dilapangan sesuai hasil peninjauan kami, banyak sekali pembangunan yang asal kerja, atau bahkan rekayasa, termasuk didalamnya soal masalah bantuan-bantuan kepada masyarakat, dan Posyandu.
” kami mendapatkan informasi berdasarkan data yang dilaporkan oleh team tersebut, bahwa Nova Erubun kini telah turut menjadi terlapor terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi Dana ADD dan DD Negeri Seilale tahun 2017, bahkan untuk yang tahun 2018 Juga hingga saat ini, penggunaan dan pertanggung jawabannya juga tidak jelas bahkan terindikasi disalahgunakan, sebab kami mendapat info bahwa dana sejumlah hampir tiga Milyar itu dikelola sendiri oleh Nova Erubun, disebabkan oleh karena dirinya tidak lagi mempercayai Saniri Negeri Seilale dan Tim TPK bentukan Saniri Negeri dalam hal mengelola dana tersebut,” Ujar Kailola.
Sehingga bagi saya, “sangatlah memalukan jika seorang seperti Nova Erubun, yang ternyata tidak berhasil menjalankan amanat Negara terhadap Negeri Seilale, dan kini malah menjadi terlapor dugaan kasus korupsi dana Desa, saya berharap nantinya karateker yang baru tidak akan sama ddengan Nova Erubun yang telah gagal dalam menjalankan tugasnya tersebut,”tutupnya.(BN-05)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan