Empat Kecamatan Rawan Bencana Alam di Kota Ambon

Ambon,Bedahnusantara.com:Akibat curah hujan yang cukup tinggi pada tanggal 3 Oktober lalu, menyebabkan empat kecamatan di Kota Ambon mengalami bencana alam.

InShot 20201006 074059480

Akui Wali Kota Ambon Richard Louhenapessy kepada wartawan di hotel marina, Senin (05/10/20).

 

Dia mengatakan, empat kecamatan mengalami dampak terparah bencana banjir dan longsor.


“Untuk Kecamatan Sirimau hanya Kelurahan 

Kasturi yang tidak mengalami bencana alam, sementara 13 desa dan kelurahan mengalami bencana. Sementara itu lanjut dia, untuk Kecamatan Baguala yakni Desa Negeri Lama dan Nania yang tidak mengalami bencana namun, 7 desa dan kelurahan mengalami bencana alam. Untuk Kecamatan Leitimur Selatan ada 8 desa, dimana Desa Hutumuri dan Rutong yang tidak mengalami dampak bencana sedangkan, Kecamatan Nusaniwe hanya Desa Nusaniwe, Desa Latuhalat dan Kelurahan Wainitu yang tidak mengalami dampak bencana alam.


“Untuk empat kecamatan yang mengalami bencana di Kota Ambon, Kecamatan Sirimau yang paling terparah alami bencana alam,” ujarnya.


Dia mengakui, Kecamatan Teluk Ambon merupakan salah satu kecamatan yang bebas dampak bencana.


“Kecamatan Teluk Ambon bebas dari bencana alam, namun kita telah mengambil langkah sesuai data bencana,” paparnya.


Dia menuturkan, pihaknya akan melakukan rapat koordinasi bersama BPBD Provinsi Maluku, Balai Jalan dan Jembatan dan Balai Sungai untuk melakukan perbaikan pada desa dan kelurahan yang mengalami bencana alam.


“Kita akan melakukan rapat koordinasi agar, mereka mengetahui porsi masing-masing untuk laksanakan perbaikan,” ungkapnya.


Segala mekanisme protap bencana telah dilaksanakan baik pada Dinas Sosial Kota Ambon, kelurahan, kepala desa dan raja sementara itu, BPBD Kota Ambon akan melakukan verifikasi tingkat kerusakan yang dialami masyarakat baik dalam katagori ringan, sedang dan berat.


“Kita akan kirim laporan kepada BNPB Pusat untuk diketahui tingkat kerusakan yang dialami masyarakat pada saat bencana alam tersebut,” terangnya.


Dia menambahkan, berdasarkan penjelasan BMKG diprediksikan antara bulan Oktober sampai Desember tingkat curah hujan diatas normal makanya, kita harus melakukan langkah antisipaasi.


“Kita harus tetap melakukan koordinasi informasi awal tentang bencana yang akan terjadi di Kota Ambon,” katanya.( BN-02)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan