![]() |
| Studio Rekaman di Kampus IAIN dan Unpatti |
Ambon, Bedahnusantara.com: Dipastikan Presiden Republik Indoensia Joko Widodo akan meresmikan dua studio rekaman yang dibangun pada Universitas Pattimura dan kampus IAIN Ambon.
Demikian disampaikan koordinasi Ambon Music Office (AMO) Ronie Lopies kepada wartawan di Balai Kota Ambon, Selasa (9/1).
Menurut dia, peresmian kedua studi musik akan bersamaan pada saat penutupan Konfrensi Musik Indonesia Festival dan Eksebisi (KAMI) yang akan berlangsung bulan maret mendatang.
” Pada maret 2018 mendatang ada kegiatan berskala nasional yakni konfrensi musik nasional yang akan dilaksanakan KAMI bekerjasama dengan PAPPRI Maluku, dimana presiden akan menutup sekalian meresmikan kedua studi pada saat penutupan konfrensi nasional tersebut,”ungkapnya.
Dia menjelaskan, saat ini pembangunan fisik kedua studio telah selesai dimana, pembangunan mengacu pada 5 pilar penting yakni pembangunan musisi, komunitas, infrastruktur pendidikan musik, bisnis dan sosial budaya. dimana dari sisi perencanaan yang dilaksanakan pada tahun lalu 2017 terbangun dua studio rekaman berkatagori besar di Unpatti dan ruang pertunjukan berskala menengah di IAIN ples dengan peralatan musik etnik.
“Saat ini masih dalam proses finishing diharapkan bulan februari mendatang sudah dapat digunakan ruangan tersebut,”katanya.
Dia mengakui, pihaknya telah melakukan pertemuan bersama Wali Kota Ambon, dimana pembangunan studio rekaman telah selesai dibangun dan akan dilakukan proses uji coba kedua studio tersebut.
“KIta upayakan untuk uji coba, meskipun pengadaan peralatan membutuhkan waktu,” tandasnya.
Dia menuturkan, dalam program AMO pihaknya akan mencoba menggunakan ruangan untuk rekaman lagu-lagu etnik Ambon sesuai saran Wali Kota Ambon pada saat mengadakan lomba cipta lagu Ambon.
“Diharapkan 10 lagu Ambon dapat direkam pada studio rekaman yang ada di Unpatti,” terangnya.
Dia menambahkan, pihaknya akan mengundang kedua rektor dari Unpatti dan IAIN untuk membicarakan pengelolaan kedua studio.
“Kita akan bicarakan untuk kewenangan akan diatur secara bersama, tapi dalam sakala besar persiapan Ambon menuju kota musik dunia maka, Pemkot Ambon memiliki kewenangan besar untuk mengelola kedua studio tersebut.
“Pemkot miliki keweangan besar untuk mengelola studio tersebut, meskipun studio akan digunakan oleh mahasiswa untuk melakukan penelitian,” tandasnya. (BN-O2)






