DPRD Maluku Nilai Kesiapan Pelabuhan Yos Sudarso Belum Layak Sambut Arus Nataru

IMG 20251217 WA0022

Editor: Redaksi

Ambon, Bedahnusantara.com: Komisi III DPRD Provinsi Maluku menilai kesiapan Pelabuhan Yos Sudarso Ambon dalam menghadapi lonjakan penumpang Natal dan Tahun Baru (Nataru) masih jauh dari harapan. Penilaian tersebut disampaikan Ketua Komisi III DPRD Maluku, Alhidayat Wajo, usai melakukan peninjauan langsung (on the spot) ke sejumlah pelabuhan, Selasa (16/12/2025)

Menurut Alhidayat, Pelabuhan Yos Sudarso menjadi titik terpadat karena banyak penumpang berasal dari luar provinsi dan harus menunggu jadwal kapal lanjutan. Kondisi ini menyebabkan sebagian penumpang terpaksa bermalam di area pelabuhan, terutama mereka yang tidak memiliki keluarga di Ambon atau keterbatasan biaya untuk menginap di penginapan.

“Kepadatan di Pelabuhan Yos Sudarso sangat berbeda dengan pelabuhan lain. Banyak penumpang transit dan harus bertahan di pelabuhan berhari-hari, namun fasilitas penunjangnya belum memadai,” ungkap Alhidayat.

Ia menyoroti minimnya fasilitas dasar seperti toilet, tempat mandi, tenda penampungan, hingga pos pengaduan yang seharusnya sudah disiapkan sebelum memasuki puncak arus Natal. Alhidayat menyayangkan laporan kesiapan yang diterima Komisi III tidak sesuai dengan kondisi nyata di lapangan.

“Kami menerima laporan seolah-olah semua sudah siap, tetapi saat ditinjau langsung ternyata belum ada apa-apa. Padahal puncak arus Natal dimulai tanggal 17 Desember. Ini tentu sangat mengecewakan,” tegasnya.

Selain persoalan fasilitas, Komisi III juga menerima banyak keluhan dari penumpang terkait praktik percaloan tiket serta tidak tersedianya tempat berteduh yang layak. Kondisi ini dinilai berpotensi menimbulkan masalah sosial dan keselamatan apabila tidak segera ditangani.

“Hal-hal mendasar seperti toilet dan tenda itu bukan hal besar, tetapi dampaknya sangat dirasakan masyarakat. Apalagi kalau cuaca buruk, situasinya pasti jauh lebih memprihatinkan,” tambah Alhidayat.

Komisi III DPRD Maluku meminta agar seluruh pos pengamanan Natal segera diaktifkan dan difungsikan secara optimal, sehingga keluhan masyarakat dapat ditangani dengan cepat dan tepat.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Maluku, Mohammad Malawat, mengakui masih adanya kekurangan dalam kesiapan fasilitas di Pelabuhan Yos Sudarso. Ia menyatakan pihaknya akan segera melakukan koordinasi lintas instansi untuk menutup kekurangan tersebut.

“Kami akui masih ada keterbatasan, baik dari sisi ruang maupun jumlah toilet. Dalam waktu dekat akan kami koordinasikan penambahan tenda dan toilet portable,” ujar Malawat.

Ia menjelaskan, fenomena penumpang yang menginap di pelabuhan bukanlah hal baru dan kerap terjadi setiap tahun, khususnya saat momentum Nataru. Masalah ini, kata Malawat, telah menjadi perhatian dan akan dimasukkan dalam rencana pengembangan pelabuhan ke depan.

“Banyak penumpang memilih bertahan di pelabuhan karena faktor ekonomi atau kesulitan mencari penginapan. Ini sudah lama terjadi dan akan menjadi pertimbangan dalam desain pelabuhan yang baru,” jelasnya.

Malawat memastikan pihaknya segera berkoordinasi dengan Dinas PUPR, Pelindo, BNPB, serta aparat keamanan untuk menambah fasilitas penunjang dan memperkuat pengamanan guna mengantisipasi lonjakan penumpang.

“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Setelah peninjauan ini, kami akan bergerak cepat menyiapkan fasilitas tambahan, khususnya di Pelabuhan Yos Sudarso,” tutupnya.

Sebagai informasi, peninjauan lapangan Komisi III DPRD Maluku ini merupakan tindak lanjut dari rapat dengar pendapat (RDP) pada 1 Desember lalu yang membahas kesiapan Natal dan Tahun Baru serta antisipasi lonjakan penumpang. On the spot tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Komisi III Alhidayat Wajo, didampingi Sekretaris Komisi III Abdullah Kelilauw, serta anggota Komisi III Amirudin, Rostina, dan La Nyong, dengan lokasi peninjauan meliputi Pelabuhan Yos Sudarso, Slamet Riyadi, Galala, Tulehu, hingga Pelabuhan Hunimua. (BN Grace)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan