Diduga Tidak Hanya Dipecat Secara Sepihak, Tanate Juga Diperintahkan Tahalele Untuk Lakukan Kejahatan Terkait BBM

Ambon, Bedahnusantara.com: Sejumlah catatan dugaan tindak kejahatan dari seorang Imelda A. Tahalele, S.STP. Yang menjabat selaku Camat Teluk Ambon, kini mulai terkuak kebenarannya.

Imel kasus BBM
Gambar: Camat Teluk Ambon dan Mobil Dinas


Hal itu diketahui setelah Media Bedahnusantara.com, melakukan penelusuran dan identivikasi terkait peristiwa pemecatan secara sepihak oleh Imelda A. Tahalele, S.STP. Yang menjabat selaku Camat Teluk Ambon, atas seorang tenaga kontrak bernama Zeth Ballry Tanate.


Padahal dalam klarifikasi dan hak jawab oleh Imelda A. Tahalele, S.STP. Yang menjabat selaku Camat Teluk Ambon yang dimuat pada pemberitaan sebelumnya, Imelda A. Tahalele, S.STP. Telah dengan sangat meyakinkan mengungkapakan berbagai fakta yang disinyalir penuh dengan rekayasa dan kebohongan yang sengaja dibangun untuk memuluskan berbagai niat buruknya.


Berbagai catatan kejahatan tersebut diketahui setelah media ini, kembali mendalami perihal persoalan kasus pemecatan terhadap Zeth Ballry Tanate, seorang pegawai kontrak pada kantor Kecamatan Teluk Ambon, oleh Imelda A. Tahalele, S.STP. Yang menjabat selaku Camat Teluk Ambon. 


Dalam penjelasannya, Zeth Ballry Tanate mengungkapkan, tidak hanya kebohongan terkait dirinya yang diperintahkan untuk mempernggunaan mobil dinas guna melayani kebutuhan keluarganya. Imelda A. Tahalele, S.STP. Yang menjabat selaku Camat Teluk Ambon juga diketaui telah dengan sengaja mengajak, memerintahkan korban (Zeth Ballry Tanate) untuk memuluskan niatnya dalam tindak pidana korupsi Bahan Bakar Minyak (BBM).


Diterangkan oleh Zeth Ballry Tanate, selama ini saya tidak tahu dengan pasti apakah memang benar mobil dinas Kecamatan itu harus memakai BBM jenis Pertamax atau Pertalite dalam aktifitasnya. Akan tetapi setelah diangkat menjadi supir Ibu Camat Imelda A. Tahalele, S.STP. Selama kurang lebih tiga (03) Bulan awal yakni Februari – April saya masih disuruh mengisi BBM jenis Pertalite meskipun pelat merah (Pelat Kendaraan Dinas).


“Jadi awal beta kerja sebagai supir Ibu Camat, Imelda A. Tahalele, S.STP. Beta masih disuruh isi Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite, sehingga beta harus mengisi pada SPBU yang ada di Wayame dan di daerah pantai losari jika ingin mengisi BBM jenis Pertalite,” Ungkap Zeth Ballry Tanate Kepada Media Bedahnusantara.com.


Hanya saja, lanjutnya, setelah pemerintah mengeluarkan aturan bahwa mobil berpelat merah (mobil dinas), dilarang untuk mengisi bahan bakar jenis Pertalite lagi, maka Ibu Camat kemudian menyuruh saya untuk mencari atau membeli pelat hitam (Pelat Nomor Mobil berwarna hitam).


” Saat pemerintah melarang untuk mobil dinas atau pelat merah mengisi bahan bakar jenis Pertalite, karena itu subsidi, maka Ibu Camat Imelda A. Tahalele, S.STP. Kemudian minta beta untuk cari pelat mobil hitam, bila perlu kalau bisa dibeli nanti dibeli agar bisa isi Pertalite di mobil Dinas. Jadi setiap kali saya mau isi BBM ke mobil dinas, maka saya diperintahkan oleh Ibu Camat Imelda A. Tahalele, S.STP. harus cari pelat hitam untuk dipasang sementara, setelah isi BBM Jenis Pertalite baru pelat hitam itu dikembalikan” Terang Zeth Tanate.


Tetapi karena agak kesulitan bagi saya untuk mencari pelat mobil warna hitam setiap kali ingin mengisi BBM pertalite, maka Ibu Camat Imelda A. Tahalele, S.STP. kemudian mengarahkan dan meminta saya untuk mencari Pelat Mobil Hitam yang bisa dibeli,agar bisa dipakai setiap kali mau mengisi BBM Pertalite di SPBU.


” Nanti tolong katong tanya plat hitam satu lalu katong mau cetak, supaya kalau mau isi bensin katong pakai pelat hitam saja,” Ujar Zeth Tanate menirukan perintah Camat Imelda A. Tahalele, S.STP. 


“Beta memang sempat tanya ditempat pembuatan, dan didapati harga 250 ribu/buah untuk mobil, akan tetapi saat beta sampaikan buat Ibu Camat Imelda A. Tahalele, S.STP., Antua bilang katong z ada uang, lalu Beta karena kasihan dan merasa ingin menolong kesusahan Ibu Camat Imelda A. Tahalele, S.STP., beta lalu usul untuk nanti Beta bantu,” Kata Tanate.


Mendengar hal itu, Ibu Camat Imelda A. Tahalele, S.STP. lalu menyatakan kepada saya “kalau bisa bikin saja dolo”. Dan karena diperintahkan oleh Pimpinan, yang juga orang yang sangat saya hargai itu, ” maka beta kemudian mencoba mendesain pelat nomor hitam dibalik pelat merah (mobil Dinas) dan kemudian besoknya beta bawa tunjukan hasilnya kepada Ibu Camat Imelda A. Tahalele, S.STP. dan kemudian Ibu Camat menyatakan bahwa bagus, lalu sejak saat itu pelat nomor hitam hasil desain dadakan kemudian beta pakai untuk bisa mengisi BBM jenis Pertalite sesuai perintah Ibu Camat Imelda A. Tahalele, S.STP,” Tutur Zeth Tanate.


Hal inilah terang Zeth, yang membuat saya setiap kali melakukan pengisian BBM untuk mobil dinas, memakai BBM jenis Pertalite. Jadi ” Jika Ibu Camat Imelda A. Tahalele, S.STP, menyatakan bahwa beliau mengisi mobil dinas memakai BBM jenis Pertamax, itu beta adalah kebohongan, sebab beta setiap kali sejak pelat nomor mobil didesain pakai warna hitam sesuai permintaan ibu camat Imelda A. Tahalele, S.STP, tersebut. Beta selalu mengisi BBM jenis Pertalite.


Sehingga, lanjutnya, hal ini yang sangat bikin saya bingung, setiap kali saya dikasih uang Bensin hanya 50 Ribu, sehingga tidak mungkin 50 Ribu itu akan cukup untuk biaya minyak oprasional mobil dinas., tapi Ibu Camat menyatakan setiap hari 100 ribu,. Kalaupun Ibu Camat memberi uang minyak 100 ribu/hari , tentunya hal itu tidaklah cukup mengingat dalam satu hari aktifitas saya harus menempuh jarak yang tidak sedikit dan juga harus melayani berbagai kebutuhan Ibu Camat, baik secara kedinasan maupun keluarga. 


karena itu, seperti yang beta sudah sampaikan sebelumnya, coba bung hitung bantu Beta, apakah uang minyak 50 ribu atau 100 ribu/hari itu cukup?. Kenapa Beta bilang tidak cukup sebab sejak 07:00 Wit, Beta sudah harus antar dua anak Ibu Camat ke sekolah dari Wayame – Kota, belum lagu kalau yang sekolah SMA, sekolah siang, Beta harus antar juga dari lokasi yang sama, Wayame – Kota, setelah itu jemput yang bungsu Pey dari sekolah TK Adhyaksa bawa kembali ke rumah, dari Kota- Wayame, setelah itu Beta harus kembali melayani kebutuhan dinas Ibu Camat, yang begitu banyak, dan seringkali antar ke kantor Walikota dengan agenda rapat. Setelah itu jika saat itu si Noni (yang bersekolah di SMA Negeri 2) pulang sekolah sore hari karena masuk Sift siang, saya harus jemput lagi dengan mobil dinas. Hal itu saya lakukan dengan setia dan tanpa membantah, walaupun kadang kala hati ini menangis sebab, Ibu Camat hanya memberikan jumlah uang minyak yang terbatas, dengan tingkat rutinitas yang tinggi dan jarak tempuh yang tidak sedikit guna melayani kebutuhan Dinas dan keluarga Ibu Camat, akan tetapi kemudian Beta malah dituduh makan pencuri atau sengaja menipu uang minyak biar biasa main judi online, ” Papar Zeth.


Karena itu, sekali lagi beta mau tegaskan, bahwa jika ibu camat Imelda A. Tahalele, S.STP, menyatakan bahwa beliau beli BBM jenis Pertamax untuk operasional mobil dinas, beta dapat bersaksi itu semua kebohongan.


” Selama ini beta bekerja dengan jujur, dan tidak mau menyusahkan ibu camat Imelda A. Tahalele, S.STP. Beta bahkan rela membantu melakukan apapun yang beliau mintakan, sekalupun itu sering kali sulit, tapi beta lakukan. Karena beta sadar, beliau sudah sangat banyak membantu beta dan keluarga. Akan tetapi jika beta kemudian dibuat seperti ini, maka mohon maaf beta akhirnya harus berbicara apa adanya. Mengingat beta juga tidak pernah menyusahkan siapapun apalagi kepada ibu camat Imelda A. Tahalele, S.STP,” Tutup Zeth. (BN-03)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan