Editor: Redaksi
Ambon, Bedahnusantara.com: Camat Nusaniwe, Quraisin Tuhuteru, mengapresiasi pelaksanaan Konferensi Angkatan Muda Gereja Protestan Maluku (AMGPM) Cabang Silo ke-XIV sebagai forum strategis dalam memperkuat konsolidasi organisasi serta pembinaan generasi muda gereja.
Menurutnya, konferensi AMGPM bukan sekadar agenda rutin organisasi, melainkan momentum penting untuk melakukan evaluasi pelayanan, merumuskan arah kebijakan, serta menentukan program kerja AMGPM ke depan agar semakin relevan dengan tantangan zaman.
“Konferensi ini merupakan wadah pengambilan keputusan tertinggi dalam organisasi AMGPM. Dari sinilah lahir gagasan, komitmen, dan kepemimpinan yang akan menentukan arah pelayanan pemuda gereja ke depan,” ujar Camat Nusaniwe, Quraisin Tuhuteru, saat diwawancarai via WhatsApp, Minggu (18/1/2026).
Ia menegaskan, AMGPM memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda yang beriman, berintegritas, serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi. Pemerintah Kecamatan Nusaniwe, kata dia, sangat mengharapkan AMGPM terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga kerukunan umat beragama, memperkuat persaudaraan, serta berkontribusi nyata dalam pembangunan masyarakat.
“Pemuda gereja harus menjadi agen perubahan yang membawa nilai-nilai kasih, persatuan, dan tanggung jawab sosial di tengah masyarakat,” tambahnya.
Quraisin juga mengajak seluruh peserta konferensi untuk mengikuti setiap tahapan persidangan dengan penuh tanggung jawab, menjunjung tinggi nilai-nilai kekristenan, serta mengedepankan musyawarah dan mufakat dalam setiap pengambilan keputusan.
Ia berharap, konferensi ini dapat melahirkan pemimpin-pemimpin muda AMGPM yang tidak hanya cakap secara organisatoris, tetapi juga memiliki hati melayani dan komitmen kuat terhadap gereja dan masyarakat.
“Kiranya seluruh proses konferensi berjalan dengan baik dan menghasilkan keputusan-keputusan yang membawa kemajuan bagi AMGPM Cabang Silo serta berdampak positif bagi jemaat dan lingkungan sekitar,” tutupnya. (BN Grace)





