Editor: Redaksi
Ambon, Bedahnusantara.com: Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Maluku Dr. Ir. Yana Astuti, S.T., M.T. menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan pemerataan pembangunan infrastruktur jalan di seluruh wilayah Maluku, termasuk daerah-daerah terpencil dan pulau terluar. Hal tersebut disampaikan dalam penjelasan resmi terkait arah kebijakan pembangunan serta upaya peningkatan keselamatan pengguna jalan di wilayah Maluku.
Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Maluku Dr. Ir. Yana Astuti, S.T., M.T. menyampaikan bahwa tantangan ke depan menuntut kinerja yang lebih baik dan terukur, terutama dalam mendukung pembangunan yang merata di seluruh Maluku. Program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah, yang menjadi salah satu prioritas nasional pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, turut mempercepat penyebaran pembangunan hingga ke wilayah 3T (tertinggal, terdepan, terluar).
“Maluku adalah provinsi kepulauan dengan banyak daerah 3T. Karena itu pembangunan harus benar-benar merata, bukan hanya berfokus pada kota besar. Melalui Inpres Jalan Daerah, kami sudah melaksanakan pembangunan di sejumlah pulau terluar,” jelas saat memberikan keterangan di Kantor, Rabu (3/12/2025)
Yana mengakui Wilayah yang telah menjadi fokus pembangunan antara lain: Pulau Yamdena, Kepulauan Kei Kecil dan Kei Besar, Pulau Wetar, Kepulauan Aru
Dengan intervensi infrastruktur tersebut, BPJN berharap pemerataan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Maluku dapat semakin cepat terwujud.
Menanggapi pertanyaan mengenai anggaran, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Maluku Dr. Ir. Yana Astuti, S.T., M.T. menjelaskan bahwa status anggaran saat ini masih FDSC. Meski begitu, kondisi tersebut dianggap sebagai tantangan yang harus dijawab dengan peningkatan kualitas pelayanan.
“Meski anggaran masih efisiensi, kami tetap memberikan layanan terbaik bagi masyarakat. Keterbatasan anggaran tidak boleh mengurangi kualitas pekerjaan dan tanggung jawab kami di lapangan,” tegasnya.
dia menambahkan Terkait maraknya pemasangan umbul-umbul dan atribut lainnya di jembatan maupun badan jalan, BPJN Maluku menegaskan bahwa larangan tersebut memiliki dasar hukum yang kuat. Regulasi ini diatur dalam: UU Jalan Nomor 2 Tahun 2022, UU Nomor 23 Tahun 2014, Peraturan Menteri PUPR Nomor 20 Tahun 2010 serta sejumlah aturan teknis lainnya.
Sebagai bentuk tindak lanjut, BPJN telah menerbitkan surat edaran larangan pemasangan atribut di seluruh jembatan dan badan jalan nasional.
“Secara khusus, Jembatan Merah Putih adalah jembatan bentang panjang yang tidak didesain untuk aktivitas pejalan kaki. Kondisi angin kencang di atasnya membuat pemasangan atribut sangat berbahaya. Kami pernah menangani kasus kecelakaan akibat atribut yang terpasang sembarangan,” ungkapnya.
Larangan tersebut diterapkan demi keselamatan pengguna jalan, mengingat setiap benda tambahan di lokasi strategis seperti jembatan dapat menjadi pemicu kecelakaan.
BPJN Maluku juga memastikan bahwa pemasangan pagar pembatas di Jembatan Merah Putih masih berjalan sesuai jadwal kontraktual, dan ditargetkan selesai pada 31 Desember 2025.
“Dengan adanya pagar pembatas baru, kami berharap tingkat keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan semakin meningkat,” tambah BPJN.
Sebagai solusi agar masyarakat tetap dapat menikmati Jembatan Merah Putih yang dikenal sebagai ikon Kota Ambon, BPJN berencana mengadakan kegiatan Car Free Day setiap Sabtu dan Minggu.
Melalui Car Free Day, masyarakat dapat melipir santai, berolahraga, dan berkumpul bersama keluarga dengan aman di area jembatan tanpa terganggu arus kendaraan.b
“Kami sudah berkoordinasi dengan Kapolda Maluku dan Ditlantas untuk pelaksanaan Car Free Day ini. Nantinya kegiatan akan dikawal oleh personel kepolisian untuk memastikan keamanan masyarakat.”
Dengan berbagai upaya tersebut, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Maluku Dr. Ir. Yana Astuti, S.T., M.T. menegaskan bahwa pembangunan jalan nasional maupun daerah akan terus ditingkatkan, baik dari segi kualitas, pemerataan, maupun keselamatan.
“Insya Allah ke depan Maluku semakin maju, pembangunan semakin merata, dan kesejahteraan masyarakat bisa benar-benar dirasakan,” tutup Yana (BN Grace)





