Pertamina dan DPRD Imbau Warga Tidak Panic Buying

527b3481 5d68 4982 b907 b5fff3c2f7e8

Editor: Redaksi

Ambon, Bedahnusantara.com: Pertamina Patra Niaga bersama DPRD Provinsi Maluku memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di Kota Ambon tetap dalam kondisi aman, meskipun sempat terjadi antrean panjang di sejumlah SPBU dalam beberapa hari terakhir. Antrean tersebut dipastikan bukan akibat kelangkaan, melainkan dipicu peningkatan konsumsi serta beredarnya informasi yang belum tentu benar di tengah masyarakat.

Kepastian ini disampaikan Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Papua-Maluku, Ispiani Abbas, usai mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi II DPRD Maluku di Kantor DPRD Provinsi Maluku, Rabu (1/4/2026).

Ispiani menjelaskan, lonjakan konsumsi BBM dalam dua hari terakhir terjadi seiring meningkatnya aktivitas masyarakat, terutama setelah hari pertama masuk kerja dan sekolah kembali berjalan normal. Selain itu, isu yang beredar di media sosial turut memicu kepanikan, sehingga sebagian masyarakat melakukan pembelian dalam jumlah berlebihan.

“Dari sisi stok kami pastikan aman. Bahkan stok di Integrated Terminal Wayame yang melayani kebutuhan BBM di Kota Ambon berada di atas standar minimum yang ditetapkan pusat. Distribusi juga tetap berjalan normal dan kami lakukan penyesuaian dengan memulai lebih pagi serta berakhir lebih malam untuk mengantisipasi kebutuhan masyarakat,” jelas Ispiani.

Ia menegaskan, Pertamina tetap berkomitmen menjaga ketersediaan energi bagi masyarakat dengan memastikan pasokan terus mengalir ke SPBU, bahkan saat terjadi lonjakan konsumsi.

“Pada saat konsumsi meningkat, distribusi tetap kami lakukan secara kontinu. Artinya stok tetap tersedia dan masyarakat tidak perlu khawatir,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Maluku, Irawadi, turut menegaskan bahwa hasil RDP bersama Pertamina menunjukkan tidak adanya kelangkaan BBM di wilayah Maluku, khususnya Kota Ambon. Ia menyebut antrean yang terjadi lebih disebabkan oleh faktor psikologis masyarakat akibat informasi yang belum terverifikasi.

“Kesimpulannya, untuk seluruh produk BBM stoknya aman. Kalau disebut langka, berarti tidak ada BBM yang dijual. Faktanya, BBM tetap tersedia. Antrean terjadi karena hari pertama masuk kerja, aktivitas sekolah kembali normal, serta adanya isu kenaikan harga dan informasi lain yang belum tentu benar sehingga memicu kepanikan,” ungkapnya.

DPRD Maluku pun mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Irawadi menekankan pentingnya sikap bijak dalam menerima informasi, terutama yang beredar di media sosial.

“Tidak perlu panik. Stok BBM aman, distribusi berjalan normal, dan situasi tetap terkendali. Kami harap masyarakat tidak mudah terpancing isu yang tidak jelas, karena hal itu justru dapat memperburuk kondisi di lapangan,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan bahwa peran masyarakat sangat penting dalam menjaga stabilitas distribusi BBM. Salah satunya dengan tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying yang justru dapat memicu antrean panjang.

“Kalau masyarakat membeli sesuai kebutuhan, distribusi akan tetap lancar dan tidak menimbulkan kepadatan di SPBU,” tambahnya.

Pertamina Patra Niaga juga mencatat bahwa kondisi penyaluran BBM di SPBU wilayah Kota Ambon saat ini sudah mulai berangsur normal. Antrean panjang yang sempat terjadi kini tidak lagi terlihat, seiring dengan meredanya kepanikan masyarakat.

Sebagai langkah antisipasi ke depan, Pertamina akan terus melakukan evaluasi serta memastikan distribusi berjalan optimal di seluruh titik penyaluran. Selain itu, komunikasi kepada publik juga akan terus ditingkatkan agar masyarakat mendapatkan informasi yang akurat dan tidak mudah terpengaruh isu yang menyesatkan.

“Kami kembali mengimbau masyarakat untuk melakukan pembelian sesuai kebutuhan dan tidak berlebihan. Stok tersedia, distribusi berjalan normal, sehingga tidak ada alasan untuk panik. Silakan datang ke SPBU dan membeli BBM secara wajar,” tutup Ispiani.(BN Grace)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan