Editor: Redaksi
Ambon, Bedahnusantara.com: Momentum Hari Kasih Sayang dimaknai berbeda oleh Wadah Pelayanan Perempuan (Pelwata) Sektor Mizpa Jemaat GPM Bethabara. Dalam kegiatan “Happy Valentine Day” yang digelar di Kayu Tiga Bethabara Blok A, Sabtu (14/2/2026), jemaat tidak hanya berbagi kasih kepada petugas kebersihan, tetapi juga menguatkan komitmen peduli lingkungan.
Anggota DPRD Kota Ambon sekaligus Penatua Sektor Mizpa, Lucky Leonard Upulatu Nikijuluw, dalam sambutannya menegaskan bahwa persoalan sampah masih menjadi perhatian serius di Kota Ambon. Ia mengingatkan bahwa pada 21 Februari diperingati sebagai Hari Peduli Sampah Sedunia, sehingga kegiatan yang digagas Pelwata Sektor Mizpa dinilai sangat relevan.
“Ini bukan sekadar perayaan Valentine, tetapi wujud tanggung jawab iman untuk menopang tugas dan tanggung jawab pemerintah dalam menjaga kebersihan kota,” ujarnya.
Lucky menyampaikan, kontribusi sampah di Kota Ambon setiap hari mencapai ratusan ribu kubik, dengan keterbatasan armada pengangkut. Meski pada tahun sebelumnya telah ada penambahan sembilan armada, namun jumlah tersebut dinilai masih belum mencukupi untuk menangani volume sampah yang besar, terutama dari rumah tangga.
Ia juga mengingatkan masyarakat agar disiplin terhadap waktu pembuangan sampah, yakni pukul 22.00 WIT hingga 06.00 WIT. Di luar jam tersebut, warga dapat dikenai sanksi sesuai peraturan daerah dan peraturan wali kota yang sementara disosialisasikan.
“Ke depan, seluruh collection point dan tempat pembuangan sampah akan dipasang CCTV agar masyarakat lebih sadar dan tertib,” tegasnya.
Lucky turut menyoroti masih rendahnya kesadaran warga dalam membuang sampah. Ia mencontohkan kejadian beberapa hari lalu, ketika saluran drainase tersumbat hingga ditemukan antena di dalam got, sehingga harus melibatkan petugas pemadam kebakaran untuk mengatasinya.
“Itu pertanda kita belum sepenuhnya sadar terhadap dampak sampah. Karena itu, kegiatan sharing lingkungan seperti ini harus terus digalakkan,” tambahnya.
Ia mengapresiasi Pelwata Sektor Mizpa yang telah menggagas kegiatan berbagi kasih kepada para petugas kebersihan dan penjaga rumah ibadah, sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi mereka menjaga kebersihan lingkungan.
“Kegiatan ini jangan berhenti sampai di sini, tetapi harus menular ke seluruh perempuan gereja dan jemaat. Mari kita mulai sadar membuang sampah pada waktunya dan tidak sembarangan,” Tutupnya. (BN Grace)





