Editor: Redaksi
Ambon, Bedahnusantara.com: Kepala Dinas Pendidikan Kota Ambon, Drs. F. F. Tasso, menegaskan pihaknya akan melakukan penelusuran menyeluruh terkait persoalan yang terjadi di SD Negeri 39 Ambon dan SD Negeri 24 Ambon. Hal ini disampaikan usai mengikuti rapat dengar pendapat (RDP) di kantor DPRD Kota Ambon, Selasa (24/2/2026).
Menurut Drs. F. F. Tasso, Dinas Pendidikan baru mengetahui secara resmi adanya persoalan di dua sekolah tersebut setelah menerima surat undangan dari DPRD Kota Ambon. Karena itu, pihaknya belum dapat menyampaikan secara rinci akar permasalahan yang terjadi.
“Jadi pertemuan nanti di dinas, kita akan mengecek sebenarnya masalah utamanya apa. Itu yang harus kita perbaiki. Karena sampai hari ini kita belum mendapatkan informasi detail terkait latar belakang persoalan di SD 39 maupun SD 24,” ujarnya saat diwawancarai.
Ia menjelaskan, langkah awal yang akan dilakukan adalah memanggil pihak sekolah, termasuk kepala sekolah, pengawas, serta para guru untuk mendapatkan gambaran yang utuh dan objektif. Menurutnya, identifikasi akar masalah menjadi kunci sebelum mengambil keputusan.
“Kita baru tahu hari ini setelah menerima surat undangan. Jadi nanti kita cek ke sekolahnya, ada masalah apa. Kita panggil pengawas, guru-guru, supaya jelas persoalan sebenarnya itu apa,” jelasnya.
Dalam RDP tersebut, DPRD Kota Ambon juga mendorong agar dilakukan pengecekan terhadap sarana dan prasarana (sarpras) di kedua sekolah. Hal itu dinilai sebagai langkah positif untuk melihat persoalan secara komprehensif, tidak hanya terbatas pada aspek administratif atau internal sekolah.
“Kami berterima kasih kepada DPRD yang sudah memediasi persoalan ini. Tadi juga disampaikan akan mengecek sarpras, itu bagus. Nanti kita cek lebih detail lagi, apakah ada masalah lain selain yang disampaikan,” katanya.
Drs. F. F. Tasso menegaskan, Dinas Pendidikan tidak ingin mengambil keputusan secara tergesa-gesa tanpa mengetahui duduk persoalan secara lengkap. Ia memastikan, setelah dilakukan pengecekan dan klarifikasi menyeluruh, pihaknya akan mengambil langkah perbaikan sesuai kewenangan yang ada.
“Yang jelas kita ingin tahu dulu masalah utamanya apa di SD 39 dan SD 24. Kalau sudah jelas, baru kita ambil keputusan dan lakukan perbaikan,” tandasnya. (BN Grace)





